Orang-orang Munafik Zaman Rasulullah Saw

Mengaku Islam, tapi dalam hati dan di belakang orang beriman mencaci ajaran Islam dan berusaha menjegal Islam. Zaman sekarang orang bisa saja terbeli dengan harta dan tahta. Lebih mencintai dunia dibandingkan akhirat.


Oleh: Dien Kamilatunnisa

POJOKOPINI.COM — Ketika kehidupan Rasulullah saw di Madinah, beliau mendapat permusuhan yang keras dari orang-orang munafik. Dalam buku Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam halaman 487, dijelaskan bahwa para rahib Yahudi melancarkan permusuhan yang sengit terhadap Rasululah saw sebab Allah mengistimewakan orang-orangArab dengan memilih salah satu dari mereka menjadi Rasul. Bahkan orang al-Aus dan al=Khajraz (yang tetap bertahan dalam kemusyrikannya) mendukung para rahib Yahudi ini.

Apa itu golongan munafik berdasarkan kitab Sirah Ibnu Hisyam? Orang munafik adalah orang yang menampakkan diri masuk Islam, dan menjadikan Islam sebagai tameng dari pembunuhan. Kemudian para rahib Yahudi ini sering melancarkan pertanyaan-pertanyaan pada Rasul saw dengan tujuan buruk, menyakiti beliau, dan datang kepada beliau dengan penuh kerancuan karena mereka ingin mencampurkan kebenaran dengan kebatilan dan ingin memadamkan cahaya Islam.

Berikut beberapa orang Yahudi yang menampakan keislaman padahal mereka adalah orang munafik, Padahal mereka datang dari golongan para rahib-rahib Yahudi Bani Qainuqa’: Sa’ad bin Hunaif, Zaid bin al Khushait, Nu,man bin Aufa bin Amr, tsman bin Aufa, Rafi’ bin Hrimalah, Rifa’ah bin Zaid bin At-Tabut, Silsilah bin Burham, Kinanah bin Shuriya.

Semua orang-orang munafik di atas hadir di masjid Rasulullah saw, mendengarkan seluruh pembicaraan kaum Muslimin, mencaci maki kaum Muslimin, dan melecehkan agama kaum Muslim. Berbagai kisah yang ada dalam kitab-kitab hendaknya menjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup di zaman ini. Jangan sampai kita menjadi orang munafik.

Mengaku Islam, tapi dalam hati dan di belakang orang beriman mencaci ajaran Islam dan berusaha menjegal Islam. Zaman sekarang orang bisa saja terbeli dengan harta dan tahta. Lebih mencintai dunia dibandingkan akhirat. Di sisi lain, kita pun bisa mengenali orang-orang munafik dari ciri-ciri di atas, bisa saja orang munafik ini orang yang dikenal berilmu, tapi menukarnya dengan dunia, sehingga bisa menyesatkan umat. Kenapa tidak mungkin?

Dahulu juga para rahib Yahudi melakukan hal yang sama bahkan ketika Rasulullah saw hidup. Apalagi sekarang, ketika baginda yang kita cintai, Rasulullah telah lama berpulang. Naudzubillahimindzalik. Hendaknya kita memohon pada Allah SWT agar menjauhkan dari sifat munafik, menetapkan hati dalam kebenaran dan perjuangan Islam. Karena dengan berada dalam jalan perjuangan kebangkitan Islam kita akan senantiasa didorong untuk ikhlas, membersihkan diri dari ‘kotoran’, salah satunya kemunafikan. Wallahu a’lam.[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *