Pembantaian Muslim Srebrenica, Dunia butuh Junnah

Pembantaian Muslim Srebrenica, Dunia butuh Junnah

Dunia butuh junnah (perisai) tempat berlindung dari keterjajahahan kapitalisme demokrasi. Tidak pilih kasih dalam menjaga keamanan. Khilafah sudah membuktikanya beberapa puluh tahun silam. Keamanan adalah jaminan bukan hanya bagi umat Muslim tapi bagi umat non Muslim yang hidup di bawah naungan khilafah.


Oleh: Halimatus Sa’diyah

POJOKOPINI.COM — Pada tanggal 11 Juli 1995, unit-unit pasukan Serbia Bosnia merebut kota Srebrenica di Bosnia-Herzegovina (detiknews,10/07/20).

Dalam waktu kurang dari dua minggu, pasukan Serbia Bosnia membunuh lebih dari 8.000 Bosniaks (umat Muslim Bosnia) – pembunuhan massal terburuk di tanah Eropa sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Ribuan laki-laki dieksekusi kemudian didorong ke kuburan massal dengan buldoser. Beberapa dikubur hidup-hidup, dan beberapa orang dewasa dipaksa menonton anak-anak mereka dibunuh. Perempuan dan anak perempuan dikeluarkan dari antrian pengungsian dan diperkosa.

Tentara Belanda yang bersenjata lengkap menyaksikan agresi serbia tidak melakukan apa apa. Mereka juga menyerahkan 5.000 Muslim Bosnia yang berlindung di pangkalan mereka ke pasukan militer Serbia Bosnia (bbcnews, 11/07/20).

Sampai saat ini pun pembantaian terhadap Muslim masih saja sering terjadi di negara-negara di dunia. Adanya PBB ternyata tak dapat mencegah dan melindungi masyarakat Muslim agar dapat hidup dengan bebas.

Pembantaian Muslim di Srebrenica satu dari sekian kekejaman yang diterima oleh Muslim di dunia. Kebebasan beragama yang selama ini disuarakan ternyata tak berlaku bagi para Muslim dibeberapa negara.

Seperti di Afrika, Muslim mendapatkan penindasan keras bahkan mereka dipaksa keluar dari agama mereka atau berhadapan dengan kematian. Kasus Palestina yang sampai saat ini belum selesaipun menandakan bahwa PBB yang seharusnya dapat menjaga perdamaian dunia nyatanya tak berlaku bagi beberapa Muslim di dunia. Serangan kepada kaum Muslim masih terus saja bergulir.

Dunia ini butuh pemimpin yang tegas dan bertanggung jawab. Dunia butuh junnah (perisai) tempat berlindung dari keterjajahahan kapitalisme demokrasi. Tidak pilih kasih dalam menjaga keamanan. Khilafah sudah membuktikanya beberapa puluh tahun silam. Keamanan adalah jaminan bukan hanya bagi umat Muslim tapi bagi umat non Muslim yang hidup di bawah naungan khilafah.

Pembantaian-pembantaian yang masih terjadi bisa saja berhenti jika ada pemimpin yang berani mengambil tindakan dan tidak takut dengan negara adidaya yang sedang menyerang kaum muslim. Khilafah akan menghentikan serangan-serangan yang menindas kaum Muslim bahkan di negara kelahirannya sendiri.

Khilafah insyaAllah mampu mengatasi permasalahan dunia, kasus kelaparan, wabah yang masih menyerang, diskriminasi dan permasalahan yang ada di bumi. Karena dalam sistem yang telah diatur dalam Islam ada banyak hal-hal mendetail yang mendapat menangani permasalahan yang ada di bumi.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *