Pengidap Islamofobia

Pengidap Islamofobia

Oleh : Khansa Al Hakiimah ( Ummu Warrabatul Bayt dan Pegiat Dakwah )

WWW.POJOKOPINI.COM — Kabar baru menyebutkan bahwa Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi mengusulkan mengganti Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh diganti dengan Salam Pancasila. Pernyataan kepala BPIP tersebut menyulut reaksi penolakan publik yang mayoritas muslim. Bagaimana tidak, ucapan Assalaamu’alaikum bagi muslim tidak sekedar sapaan atau permintaan izin.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi terus menerus menjadi sorotan masyarakat karena pernyataannya yang kontroversial. Ia dihujat lantaran mau mengganti ucapan assalamualaikum dengan salam Pancasila. Dalam sebuah wawancara dengan detik.com, Yudian, mengungkapkan usulan salam Pancasila yang diharapkan bisa menjadi salam yang disepakati bersama secara nasional. Sebelumnya Yudian pun mendapat hujatan akibat pernyataannya yang menyebut agama musuh terbesar Pancasila.

Dalam acara Indonesia Lawyer Club tvOne, Selasa (18/2/2020) malam, sejarawan Anhar Gonggong mengatakn “Saya mendapatkan informasi dan mendengar pernyataan dari Kepala BPIP ini, maka saya bertanya, apakah benar dia yang mengatakan itu. Dan, sebagai seorang profesor dan sebagai seorang ulama, kalau benar dia mengatakan itu, bukan hanya menyedihkan, bahkan memedihkan,” ujar Anhar. Anhar pun menegaskan, republik ini dicita-citakan oleh pendiri-pendiri bangsa, yang semuanya adalah orang-orang beragama. Kedua, para pendiri bangsa adalah orang-orang terdidik dan tercerahkan.

Assalaamualikum bagi umat Islam itu adalah salam doa keselamatan untuk semuanya. Bahwa kalimat ini adalah doa dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika memberi salam artinya kita mendo’akan sesama muslim dengan kebaikan berupa keselamatan dunia akhirat, rahmat dan juga segala bentuk keberkahan dari Allah SWT. Salam juga dapat merekatkan persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah antar sesama muslim. Ia biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah, masjid atau tempat- tempat lainnya. Secara umum, hukum mengucapkan salam adalah sunnah. Namun bagi yang mendengarnya hukumnya menjadi wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.

Islamofobia kini semakin terasa. Islamofobia yang diidap oleh penguasa saat ini, tampak jelas dari berbagai pernyataan, program, maupun kebijakan-kebijakan yang diambilnya. Pemikiran liberal yang saat ini terus dikembangkan oleh sejumlah kalangan untuk mempengaruhi umat Islam ternyata bisa merusak nilai-nilai syari’at Islam yang diperintahkan oleh Allah SWT. Hal ini dapat menggiring umat Islam secara pelan-pelan untuk tidak perlu lagi taat pada perintah Allah SWT. Saat ini pemikiran liberal masuk secara masif merasuki umat Islam. Tidak sedikit yang telah terpengaruh, sehingga ada umat Islam yang tidak senang pada syari’at Islam bahkan ada yang membencinya.

Ketika kebangkitan Islam itu di tengah umat mulai disuarakan maka mereka pun menjalankan strategi liberalisasi agama dan budaya di negeri ini dan tentu saja menjadikan umat Islam sebagai sasarannya.
Liberalisme telah masuk ke dalam semua kelompok masyarakat manusia, tidak terkecuali kaum muslimin.

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam pun demikian. Pengaruh liberalisme telah merasuk kedalam semua lini kehidupan banyak masyarakat kaum muslimin di negeri ini. Selain faktor internal kaum muslimin yang lemah dari sisi komitmen mereka terhadap agamanya, terutama persoalan yang berkaitan dengan akidah, tersebarnya aliran pemikiran liberalisme tidak lepas dari peran Barat yang sangat giat menyebarkannya melalui kekuatan politik, ekonomi dan teknologi informasi yang mereka miliki.

Sudah sepatutnya kita sadari untuk kembali pada penerapan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Islamiyah. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan negeri ini dari kehancuran dan tuduhan keji yang selalu disematkan pada umat Islam Wallahu a’lam bish-shawab.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *