Peristiwa pada 17 Ramadan

“Mereka adalah Muslimin yang paling Mulia, lalu berkata Jibril As: Demikian pula yang mengikuti perang Badr dari kelompok malaikat, mereka malaikat yang terbaik” (Shahih Bukhari).


POJOKOPINI.COM — Beberapa peristiwa istimewa terjadi di bulan Ramadan istimewa. Meski tak banyak yang mengetahuinya, beberapa peristiwa tersebut ternyata berpengaruh besar terhadap kehidupan umat Islam hari ini.

Ramadan adalah bulan yang diliputi keberkahan, kemuliaaan dan keistimewaan, di antara sejumlah peristiwa penting yang terjadi tepat tanggal 17 Ramadan, adalah:

Nuzulul Qur’an

Peristiwa Nuzulul Quran atau turunnya Al-Qur’an. Dalam surat al-Baqarah ayat 185 jelas diterangkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan hingga mendapat sebutan Syahrul Qur’an. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal turunnya al-Qur’an di bulan Ramadan.

Pendapat yang masyhur adalah 5 ayat turun pertama kali di gua Hira’ melalui malaikat Jibril pada tanggal 17 Ramadan. Turunnya ayat pertama kali kepada Rasulullah SAW ini sekaligus sebagai pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi utusan Allah.

Perang Badar

Perang Badar Al Kubra terjadi pada bulan Ramadan tahun kedua sesudah Hijrah. Umat Islam berhasil memenangi perang ini. Dalam sejarah, inilah kemenangan agung pertama pejuang-pejuang Islam menentang kemusyrikan dan kebatilan.

Kisah Perang Badar adalah peritiwa yang paling terkenal dan sangat banyak terdapat hikmah dan pelajaran di dalamnya.Rasulullah memimpin langsung aksi penyerangan yang hanya melibatkan sekitar 313 orang muslim, 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta, dan 2 ekor kuda. Sedangkan kaum Quraisy memiliki 1.000 orang, 600 persenjataan lengkap, 700 unta, dan 300 kuda.Namun, semangat jihad yang membara di bulan Ramadan membuat pasukan Islam berhasil menewaskan tiga pimpinan perang dari kaum Quraisy, yakni Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah.

Al Habib Umar bin hafidz mengatakan, di dalam peringatan yang sangat agung ini Muslim harus saling mengingatkan asas-asas yang sangat kuat dan kokoh yaitu asas keimanan, kesungguhan dan keyakinan yang sempurna. Selain itu, asas kecintaan yang suci dan kuat, serta asas keikhlasan dan pengorbanan. Diriwayatkan, datang Malaikat Jibril As pada Nabi SAW dan berkata, “Apa pendapat kalian tentang Ahlul Badr di antara kalian?” Rasulullah SAW bersabda: “Mereka adalah Muslimin yang paling Mulia, lalu berkata Jibril As: Demikian pula yang mengikuti perang Badr dari kelompok malaikat, mereka malaikat yang terbaik” (Shahih Bukhari).

Wafatnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Sayyidina Ali Karramallahu wajhah wafat akibat dibunuh oleh Ibnu Muljam, seorang Khawarij yang bersekongkol dengan dua orang temannya, al Burak bin Abdillah dan Amru bin Abi Bakr at-Tamimi. Masing-masing berikrar untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sufyan dan Amru bin Ash. Mereka mengikat perjanjian untuk tidak mundur atau terbunuh. Mereka sepakat untuk melakukannya pada tanggal 17 Ramadan tahun 40 H.

Kemudian ibnu Muljam pun menuju Kufah. Disana dia memulai rencananya dengan mengajak dua orang yang tersakiti akibat peperangan Nahrawan. Ketiganya sudah siap menghadang Sayyidina Ali saat akan membangunkan orang-orang untuk shalat subuh. Ketika Ibnu Muljam menebas Sayyidina Ali, ia berkata, “Tidak ada hukum kecuali milik Allah, bukan milikmu dan bukan milik teman-temanmu, Hai Ali!” Ia membaca firman Allah QS Al-Baqarah 207. Jenazah beliau dimakamkan di Darul Imarah di Kufah, karena kekhawatiran kaum Khawarij akan membongkar makam beliau.

Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq, ia berkata “Jenazah Ali dishalatkan pada malam hari dan dimakamkan di Kufah, tempatnya sengaja dirahasiakan namun yang psti di dekat gedung Imarah (Istana Pemimpin Negara).” (Tarikh Islam,Adz-Dzahabi, juz Khulafaur Rasyidin hal 650)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *