Pernikahan Dini, Jalan keluar atau Jalan Buntu?

Pernikahan Dini, Jalan keluar atau Jalan Buntu?

Dengan memahami kedudukan anak, tentu orang tua tidak akan dengan mudahnya menikahkan anak hanya karena hal ekonomi. Karena anak bukan sekadar bongkahan daging yang merepotkan melainkan anak adalah investasi terbesar.


Oleh: Halimah

POJOKOPINI.COM — Pernikahan dini meningkat di tengah wabah covid19. Salah satu alasannya adalah karena ekonomi yang semakin menjepit. Para orang tua sering kali mengambil jalan alternatif menikahkan pada usia dini karena dianggap dapat meringankan beban keluarga.

Selain itu, pergaulan bebas yang mengakibatkan kehamilan diluar nikah menjadi salah satu faktor meningkatnya pernikahan dini (Kompas.com, 8/7/2020).

Minimnya edukasi sebelum menikah, ataupun setelah menikah. Banyak membuat orang tua menganggap anak sebagai beban. Dengan menikahkan anaknya mereka menganggap itu dapat meringankan beban ekonomi mereka. Terlebih keadaan yang saat ini semakin menghimpit karena wabah covid. Jika, mereka dinikahkan karena orang tua mereka menganggap membebani secara ekonomi. Besar kemungkinan itu akan terulang kembali kepada anak-anak mereka yang terlahir dari pernikahan dini karena alasan ekonomi.

Orang tua mereka akan menganggap pula pernikahan dini menjadi jalan pintas meringankan beban ekonomi keluarga.

Terlebih, kasus kehamilan di luar nikah yang meningkat di tengah pandemi. Membuktikan kurangnya edukasi kepada orang tua dan para remaja yang tengah mencari jati diri. Sehingga mereka dengan mudah menyerahkan perhiasan mereka hanya karena dasar cinta.

Al-Quran telah Memberikan Panduan yang Jelas dalam Mendidik Anak

Parenting islami, salah satu konsep mendidik anak. Saat menikah dan kemudian berharap memiliki seorang anak; seharusnyalah kita juga telah mempersiapkan konsep seperti apa yang hendak kita terapkan dalam mendidik anak kita kelak, karena mendidik anak dalam Islam memiliki tata cara dan aturan tersendiri.

Di dalam Islam, anak memiliki kedudukan istimewa yang harus kita jadikan pegangan dalam memilih model/cara mendidik anak yang akan kita lakukan.

Kedudukan Anak dalam Pandangan Islam

Mendidik anak dalam Islam harus didasarkan pada petunjuk dari Allah, yaitu Al-Quran, karena Al-Qur’an tidak hanya membahas tentang kewajiban anak kepada orang tua, namun juga kewajiban orang tua kepada anaknya.
Dan berikut ini adalah pandangan Al-Quran tentang anak, yang perlu kita ketahui dalam mendidik anak :

  1. Anak sebagai Amanah bagi Orangtuanya

Selayaknya para bijak mengatakan bahwa sesungguhnya anak-anak bukanlah milik kita; mereka adalah titipan dari Allah kepada kita. Untuk itu sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendidik anak sesuai dengan yang telah Allah perintahkan. Jadi, adalah kesalahan bagi orang tua apabila seorang anak jauh dari ajaran Islam.

  1. Anak sebagai Generasi Penerus

Anak adalah harapan di masa depan; merekalah kelak yang akan menjadi pengaman dan pelopor masa depan agama dan bangsa. Jadi wajib bagi kita mendidik mereka untuk menjadi generasi tangguh di masa depan. Lebih jauh, Allah memerintahkan kita sebagai orang tua untuk menjauhkan mreeka dari api neraka kelak.

  1. Anak adalah tabungan amal di akhirat

Seperti telah kita tahu, bahwa selain amal kita di dunia, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh merupakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari penghitungan kelak. Jadi, mendidik anak sesuai perintah Allah tetaplah merupakan keuntungan bagi diri kita juga pada akhirnya.

  1. Anak adalah penghiburan dan perhiasan dunia bagi orang tuanya.

Anak adalah perhiasan bagi orang tua. Di satu sisi, ia akan menjadi penghibur di kala lelah dan kesusahan melanda, namun di satu sisi, ia juga dapat menggelincirkan dari jalan Allah (Theasianparent).

Dengan memahami kedudukan anak, tentu orang tua tidak akan dengan mudahnya menikahkan anak hanya karena hal ekonomi. Karena anak bukan sekadar bongkahan daging yang merepotkan melainkan anak adalah investasi terbesar.

Jangan menikahkan anak hanya karena terjerat ekonomi yang menghimpit. Karena kelak itu bukan jalan keluar. Itu kelak akan menjadi jalan buntu. Karena kemungkinan ia akan melakukan kelak hal yang sama kepada anaknya. Karena dahulu dia diperlakukan seperti itu.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *