Politik Tawuran, Politik Kursi Terbang

Politik Tawuran, Politik Kursi Terbang

Oleh : Widya Soviana, ST., M. Si

WWW.POJOKOPINI.COM — Para kader partai politik (parpol) dari Partai Amanat Nasional (PAN), kini sedang diperbincangkan. Sejumlah media berita online memberitakan tentang kasus kursi terbang dan jumlah korban yang luka. Dalam video yang beredar, tampak para kader parpol tersebut sedang mempertontonkan kehebatan otot-ototnya untuk menerbangkan kursi-kursi setinggi dan sejauh yang disanggupinya. Tampak di sana, kondisi ricuh tidak terkendali. Ruangan yang dijadikan sebagai tempat pertemuan kegiatan kongres partai tersebut telah porak poranda, bagai kapal yang baru dihantam gelombang badai.

Kongres V PAN yang diadakan di Kendari Sulawesi Utara, dikabarkan mulai berkecamuk setelah para pendukung masing-masing calon ketua saling melempar-lempar botol minuman dan kursi hotel, layaknya sebuah pesawat terbang mainan. Ada sekitar 30 orang peserta kongres mengalami luka-luka dan memar, setelah kursi mendarat ke anggota badan masing-masing dari mereka (tirto.id, 11/02/20).

Kejadian ini bukanlah hal yang baru dan jauh dari kata aneh, sebab peristiwa seperti ini nyata berulang kali adanya. Kericuhan para anggota golongan yang mengaku memperjuangkan hak-hak rakyat kerap terjadi sudah, tindak tanduk para pemegang amanah rakyat itu tidak kalah dengan remaja yang tawuran memakai seragam sekolah. Bahkan, yang paling fenomenal pernah terjadi di Gedung Senayan, ketika rapat perdana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perdana dilakukan untuk periode 2014-2019 (kompas.com, 30/09/19)

Bila ingin disebutkan kericuhan para wakil rakyat itu satu persatu, terus akan menampakkan buruknya sistem politik yang ada di negeri ini. Rakyatpun sudah lama tak simpatik. Lebih penting memastikan tulang dan punggung tetap kuat dan sehat. Bila tidak, rezeki tentu akan semakin sulit didapat. Tentang wakil-wakil rakyat tersebut, lama sudah dianggap tidak memikirkan rakyat. Pelaku sistem politik tawuran itu, hanyalah memikirkan isi kantong pribadi. Paling tinggi cita-citanya, sekedar untuk mendongkrak popularitas partai yang diusungnya saja.

Tidak didapati dari mereka, pemikiran dan perasaan yang sama dalam memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan di negeri ini. Bisa dipastikan setiap anggota partai kerap beda pendapat, meski warna baju mereka sama. Hanya satu yang masih kuat dipegang hingga kini, yakni slogan dalam politik demokrasi, yakni “tidak ada kawan maupun lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan semata”. Hari ini bisa jadi saling marah-marahan, esok lusa mungkin akan kembali berpelukan begitu terus sebaliknya. Bila mana kepentingan itu dirasakan sama, mereka saling melempar senyuman. Namun bila tidak, lebih dari sekedar kursi mungkin akan terbang melayang.

Hal ini akan berbeda dengan para pejuang yang diikat dengan satu pemikiran dan perasaan yang sama. Mereka akan berdiri di atas pemikiran yang murni, jelas dan terarah. Mereka tau benar tentang metode dan cara untuk mewujudkan visi mereka yang satu. Mereka sadar betul tentang hakikat sebuah niat yang benar dan lurus sehingga tidak menyurutkan semangat mereka dalam berjuang untuk mewujudkan impian yang sama. Mereka telah dicontohkan oleh para sahabat yang mulia Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam. Ketika bersatu dalam barisan perjuangan bersama Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa Salam dalam menegakkan keadilan dan menebar rahmat untuk seluruh alam.

Maka wajar didengar kabar berita dalam politik kepentingan ini, sebuah partai tiba-tiba membesar namun kemudian berubah menjadi partai yang kecil bahkan hilang ditelan masa. Semua ini disebabkan tidak adanya visi dan misi yang benar dan lurus, disamping orang-orangnya tidak pula memiliki kesadaran yang sempurna, tidak pula diikat dengan ikatan yang benar.

Kemudian mereka berteriak untuk kesejahteraan rakyat, namun perbuatannya justru membuat rakyat tambah melarat. Sejatinya, sistem politik tawuran hanyalah khayalan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan bernegara. Kini lihatlah.! Suara para anggota dewan itu lebih sering dituangkan melalui kursi yang terbang dan botol minuman yang melayang.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *