Rapuhnya Kapitalis-Sekuler Menjamin Hak Anak

Rapuhnya Kapitalis-Sekuler Menjamin Hak Anak

Tingginya kenaikan angka kekerasan dan meluasnya daerah sebaran adalah bukti gagalnya sistem sekuler melindungi rakyat dan anak-anak.


Oleh: Ageng Kartika S.Farm (Pemerhati Sosial)

Jiwa rapuh badan ringkih
Tapi perih hanya bisa mengaduh

POJOKOPINI.COM — Sebait puisi ini menyiratkan bagaimana gambaran anak-anak yang polos dan perempuan sebagai objek pelengkap harus menerima berbagai penderitaan fisik dan verbal dari orang-orang terdekat atau lingkungannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur Andriyanto mengungkapkan masih tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2020. Data Sistem Informasi Online Kekerasan Ibu dan Anak (Simfoni) memberikan data yang tercatat hingga 2 November 2020, sebanyak 1.358 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jatim (Republika.co.id, 3/11/2020)

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bantul Muhamad Zainul Zain menyebut, pada 2019 jumlah laporan yang masuk pada PPA tercatat ada 155 kasus. Sedangkan di 2020, yang baru dihitung sampai dengan Oktober kemarin, jumlah kasus sudah menembus angka 120 kasus terlapor (SuaraJogja.co.id, 15/11/2020).

Melihat fakta yang terjadi kejadian kekerasan terhadap anak dan perempuan dewasa ini disebabkan faktor kesenjangan sosial-ekonomi sebagai pemicu utamanya. Pada kondisi normal keadaan sosial ekonomi rendah selalu menjadi alasan pembenaran kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak dan perempuan, karena mereka dianggap beban dan tidak bisa membantu secara finansial. Pemenuhan kebutuhan yang terus meningkat, tidak disertai pemasukan penghasilan yang mencukupi. Pandemi pun memperparah keadaan sosial-ekonomi di tengah masyarakat.

Pendidikan menjadi beban besar bagi orangtua, pembiayaan tak terduga karena pembelajaran jarak jauh melalui online di saat pandemi, menambah kesulitan ekonomi ditambah minimnya dukungan sosial di dalam keluarga dan sekitarnya. Menjadikan KDRT semakin meluas di tengah masyarakat sebagai bentuk dari protes sosial terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak solutif memperbaiki kesenjangan ini.

Kesulitan lapangan pekerjaan dan terbatasnya kemampuan personal menjadi alasan lumpuhnya ekonomi dalam keluarga. Hal ini disebabkan peran negara dalam memfasilitasi lapangan pekerjaan tidak diberikan kepada rakyatnya tetapi diserahkan kepada para kapitalis swasta/asing pemilik modal besar. Para kapital diberi kebebasan dalam menetapkan aturan yang menguntungkan mereka. Negara hanya bertindak sebagai regulator di antara pemilik modal dan rakyatnya. Bukti kapitalisme tidak mampu berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat.

Tingginya kenaikan angka kekerasan dan meluasnya daerah sebaran adalah bukti gagalnya sistem sekuler melindungi rakyat dan anak-anak. Selama ini upaya dari negara dan lembaga swasta dalam menangani kasus-kasus yang diterima terkait KDRT belum optimal karena dukungannya hanya bersifat parsial saja sehingga terjadi kegagalan yang sistemik dalam perlindungan anak yang membutuhkan perubahan mendasar.

Sekularisme telah melepaskan peranan agama dalam menjalani kehidupan dan bernegara. Negara tidak sepenuhnya menanamkan ketakwaan kepada rakyatnya dalam beraktivitas agar ada dalam koridor aturan-Nya. Individu-individu di dalamnya pun akhirnya terbiasa beraktivitas mengikuti kehendaknya karena agama hanya bersifat ibadah ritual saja. Ketika terjadi kesempitan dalam memperoleh materi, cenderung mengikuti hawa nafsunya dalam penyelesaiannya. Kekerasan baik secara verbal maupun fisik terhadap orang-orang terdekatnya, yaitu anak dan perempuan tidak dirasakan sebagai suatu kezaliman. Allah SWT. Berfirman :

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih” (Q.S. asy-Syurâ [42]:42).

Sejatinya dalam keluarga itu harus saling melindungi, memberi rasa aman dan nyaman. Bersama saling bahu membahu menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Negara harus berperan dalam memberikan perlindungan dan kecukupan dalam pemenuhan kebutuhan rakyatnya dengan menciptakan masyarakat yang saling mendukung secara sosial dan ekonomi agar tercipta lingkungan yang nyaman.

Bagaimana Islam melindungi generasi dan menjamin hak kepala keluarga mendapat penghasilan?

Khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam telah menggambarkan bagaimana mengatur aktivitas/muamalah sehingga ada kesinambungan dengan ibadah kepada Sang Khalik. Negara memenuhi kewajibannya sebagai pe-ri’ayah (pelayan) rakyatnya dengan memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya secara gratis. Pendidikan gratis diberikan bagi semua rakyatnya baik yang miskin atau pun kaya untuk memperoleh ilmu yang menunjang keberhasilan para generasi bangsa dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang terbaik. Sehingga lahirlah generasi-generasi gemilang pada masanya.

Negara memfasilitasi penuh lapangan pekerjaan bagi kepala keluarga, laki-laki baligh dan berakal sehingga mereka mampu memenuhi kewajibannya di dalam rumah tangga/keluarga dengan baik. Para istri, ibu dan anak-anak tercukupi kebutuhan hariannya. Karena kebutuhan pokok yang mendasar seperti pendidikan dan kesehatan telah dijamin oleh negara dan diselenggarakan secara gratis demi kesejahteraan rakyatnya. Sumber Daya Alam (SDA) dikelola sepenuhnya oleh negara, dan hasilnya untuk rakyatnya, tidak ada kapitalisasi bahkan privatisasi swasta sehingga dana kas baitul mal selalu terisi. Selain dari ekonomi riil, seperti pengelolaan SDA, kas baitul mal ini diisi dari distribusi harta kekayaan individu, masyarakat dan negara.

Tergambar jelas Islam melindungi generasi dan menjamin hak bekerja bagi para lelaki/kepala keluarga yang terstruktur dengan baik. Maka kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak dan perempuan tidak akan terjadi.
Kesejahteraan dan keamanan serta perlindungan yang sesungguhnya hanya ada di dalam sistem pemerintahan Islam yang berasaskan akidah Islam.
Wallahu a’lam bishawab.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *