Refleksi Idul Adha 1441H: Totalitas menuju Solusi Pandemi Tuntas

Refleksi Idul Adha 1441H: Totalitas menuju Solusi Pandemi Tuntas

Sikap yang dicontohkan sangat sempurna oleh Nabi Ibrahim as dan puteranya, Nabi Ismail as. Tak ada debat ataupun mengajukan syarat saat menerima perintah Allah SWT. Tunduk patuh menjalankan perintah dengan bermodalkan iman dan ketaatan kepada Rabbnya.


Oleh: Ummu Faiza

POJOKOPINI.COM — Hampir setengah tahun pandemi Corona menghantam negeri. Makhluk tak kasat mata itu nyaris melumpuhkan seluruh sendi kehidupan manusia. Di bidang ekonomi, banyak perusahaan gulung tikar, PHK massal hingga menghantarkan pada resesi keuangan global.

Bidang kesehatan pun tak urung terhantam badai. Kemampuan rumah sakit dalam menampung pasien Corona tak sebanding dengan jumlahnya penderita. Minimnya APD hingga belum ditemukannya vaksin hingga saat ini, menambah jumlah korban berjatuhan, baik di kalangan masyarakat maupun tenaga medis.

Pandemi Corona tak pelak membawa keresahan masyarakat di bidang sosial. Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat, baik kekerasan fisik maupun seksual. Dari hasil survey yang dilakukan oleh Komnas Perempuan, terjaring survey 2.285 responden selama April-Mei, 80 persen perempuan  mengalami tindak KDRT (liputan6.com, 11/6/2020).

Bidang pendidikan pun ikut menyumbang permasalahan pelik di tengah pandemi. Sistem belajar daring, mengakibatkan anak dan orang tua stres. Belum lagi beban keuangan yang bertambah karena harus membeli kuota. Bahkan, seorang siswi SMP nekat menjual diri dengan tarif 500 ribu rupiah demi membeli kuota internet (kompas.com, 29/7/2020).

Pandemi ini sejatinya membuka mata umat bahwa ada yang tidak beres dalam pengurusan negeri dalam mencari solusi keluar dari pandemi. Kebijakan new normal yang digadang-gadang demi menghidupkan sektor ekonomi, justru menjadi penyumbang terbesar meningkatnya lagi kasus Corona. Semua bermula dari keengganan mengadopsi sistem Illahi dalam menangani pandemi.

Idul Adha adalah momentum terbaik menunjukkan sikap ketaatan dan sikap berkorban totalitas seorang Muslim. Sikap yang dicontohkan sangat sempurna oleh Nabi Ibrahim as dan puteranya, Nabi Ismail as. Tak ada debat ataupun mengajukan syarat saat menerima perintah Allah SWT. Tunduk patuh menjalankan perintah dengan bermodalkan iman dan ketaatan kepada Rabbnya.

Sudah saatnya kaum muslimin kembali kepada syariat kaffah dalam menjalankan seluruh sendi kehidupan. Tak lagi menganggungkan sistem kapitalis yang telah nyata menggerogoti umat dan menggantinya dengan sistem agung yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah.

Sudah saatnya kaum muslimin kembali pada syariat kaffah sebagai wujud ketaatan dan siap berkorban totalitas. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu adalah musuh nyata kalian” (TQS. al Baqarah [2]: 208).¬†

Kembali kepada Islam kaffah tak hanya sebagai solusi keluar dari pandemi, namun solusi bagi keberlangsungan hidup umat menggapai ridha Illahi Rabbi.[] 

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *