Rem Darurat

Rem Darurat

Tarik rem darurat sudah mendesak dilakukan terhadap sistem yang diberlakukan di negeri kita hari ini. Berhenti mengendarai kapitalisme dan pindah ke sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan.


Oleh: Ummu Afkar

POJOKOPINI.COM — Pengendalian penularan Covid-19 merupakan urusan bersama, tidak hanya pemerintah. Maka dari itu, Anies Baswedan mengajak seluruh warga DKI Jakarta agar mementingkan keselamatan dalam setiap kegiatan.

Melalui video yang diunggah akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (12/7) Anies mengimbau masyarakat agar menegur jika menemukan orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan tidak menggunakan masker di tempat umum. Agar jangan sampai pemerintah harus menarik rem darurat lagi alias lockdown.

Bila itu terjadi, seluruh warga harus kembali beraktivitas dari rumah. Kegiatan sosial, keagamaan, dan perekonomian akan terhenti. Semua akan merasakan kerepotannya, bila situasi ini jalan terus (cnn.com, 12/07/2020).

Memang aktivitas lockdown yang panjang dan meluas dapat memandegkan aktivitas kehidupan masyarakat, termasuk perekonomian. Sebagaimana kondisi negara-negara yang ada di dunia hari ini. Apalagi kalau negara hidup bersandar dari pajak sebagaimana negara penganut kapitalisme hari ini.

Pajak dalam kapitalisme dipungut dalam berbagai bidang, diberlakukan terhadap semua orang tidak memandang kaya ataupun miskin, dan ditarik seumur hidup.

Berbeda halnya dengan pajak dalam Islam. Pajak ditarik hanya ketika kas baitul mal kosong saja. Itupun tidak setiap orang dikenakan pajak, tetapi hanya golongan orang kaya saja sebagai ibadah yang bernilai pahala dari Allah. Ketika kas baitul mal sudah kembali terisi, maka pajak atau yang dikenal dengan istilah dharibah ini, dihentikan.

Dalam kapitalisme, negara hidup dari segala macam pajak dan penghasilan bukan pajak yang bersumber dari rakyat. Sementara negara secara bertahap terus melepaskan diri dari memberi subsidi dan menyerahkan pengelolaan hajat hidup orang banyak seperti BBM, gas, listrik, dan air kepada swasta. Sehingga rakyat dari sisi pemenuhan kebutuhannya saja sudah sulit. Semua serba mahal dan berbayar. Ada uang ada barang. Dan ini terjadi pula di negara kita, bukan?

Maka sepertinya tarik rem darurat sudah mendesak dilakukan terhadap sistem yang diberlakukan di negeri kita hari ini. Berhenti mengendarai kapitalisme dan pindah ke sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Insya Allah berkah.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *