Resesi Ekonomi adalah Penyakit Bawaan Ekonomi Kapitalisme

Resesi Ekonomi adalah Penyakit Bawaan Ekonomi Kapitalisme

Krisis-krisis tersebut menandakan bahwa kesalahan sistem ekonomi kapitalisme tersebut bersifat sistemik, bukan sekadar teknis.


Oleh: Muhammad Ayyubi (Peneliti Likes – Lingkar Ekonomi Syariah)

POJOKOPINI.COM — Sistem ekonomi apa pun sejatinya dirancang untuk membawa kemakmuran kepada rakyat. Baik itu sistem ekonomi kapitalisme maupun sistem ekonomi sosialisme. Akan tetapi dalam kenyataanya jauh panggang dari api, impian hanya menjadi impian. Kemakmuran yang dijanjikan pun tak kunjung datang.
Sebagai sebuah sistem ekonomi, Adam Smith menggagas ide-ide ekonomi dalam rangka melakukan kritik ekonomi merkantilisme yang berkembang saat itu. Yang dalam pandangan dia, bahwa merkantilisme tidak akan membawa kemakmuran selama negara turut campur dalam perekonomian.

Pada tahun 1776 dia menulis buku berjudul inquiry into the nature and causes of the wealth of the nations. Konsep ekonomi yang melandasi lahirnya ekonomi kapitalisme dan terus diperbaharui oleh penerusnya hingga melahirkan aliran aliran ekonomi kapitalisme mulai dari aliran klasik hingga aliran rational expectation. Tetapi sepanjang perjalanannya yang ada justru resesi demi resesi yang bersifat siklik per sepuluh tahunan.

Krisis-krisis tersebut menandakan bahwa kesalahan sistem ekonomi kapitalisme tersebut bersifat sistemik, bukan sekadar teknis. Paling tidak dalam rentang 300 tahun praktik kapitalisme di dunia ini, telah terjadi 30 kali krisis yang membuat sengsara rakyat. Akan tetapi yang terbesar dalam sejarah ekonomi kapitalisme terjadi 10 kali.

Pada tahun 1907 terjadi kepanikan bank. Ini terjadi akibat spekulasi pasar dan over ekspansi, sehingga saham dow terjun bebas hingga lebih dari 50 % dibanding tahun sebelumnya. Akibatnya terjadi inflasi dan pelambatan ekonomi AS. Dan berpengaruh pada ekonomi dunia.

Kemudian pada tahun 1918 – 1924 terjadi hiperinflasi di Jerman. Jika sebelumnya pada tahun 1923 nilai 1 Mark Jerman setara dengan USD 4, maka pada tahun 1924 1 Mark senilai USD 1 T. Anda bisa membayangkan bagaimana harga harga melambung tinggi dan berakibat barang barang ekonomi menumpuk tak terbeli dan berakibat pada stagflasi. Atau pertumbuhan ekonomi stagnan dan dibarengi dengan tingginya pengangguran dan inflasi.

Pada tahun 1929 terjadi the Great Depression. Depresi ekonomi terpanjang dan terlama dalam sejarah kapitalisme. Dari tahun 1929 hingga 1945, dengan rentang krisis yang begitu panjang mengakibatkan kehancuran ekonomi semakin besar dan tidak terkendali. Biang kerok krisis ini akibat dari jatuhnya nilai saham wall street sehingga dalam tahun itu USD 10 M (atau setara USD 95 M saat ini). Semua karena ulah spekulasi utamanya di pasar derivatif.

Krisis minyak tahun 1974 yang ditandai dengan perang Yom Kippur antara Mesir dan Israel. Negara negara OPEC menjadikan minyak sebagai senjata dengan melakukan embargo terhadap negara-negara yang mendukung Israel, terutama AS. Sehingga mengakbatkan AS mengalami kerugian hingga USD 97 M di pasar saham.

Krisis Black Monday tahun 1987 juga menjadi krisis yang memukul ekonomi negara-negara kapitalisme. Dan semua kerugian itu terjadi di lantai bursa pasar saham. selanjutnya pada 1997 krisis moneter melanda Asia Tenggara membuat sejumlah negara seperti Indonesia, Thailand dan Hong Kong mengalami inflasi hingga 100% akibatnya barang barang tidak terbeli sehingga mengakibatkan PHK dan tutupnya sejumlah indsutri.
2008 terjadi resesi hebat akibat bangkrutnya Lehman Brother yang memiliki aset USD 600 M. Akibat subprime Morgage. Dan 2020 terjadi pandemi yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi negara-negara seluruh dunia. Bahkan IMF pun meramalkan bahwa krisis ekonomi kali ini akan lebih buruk dari great depression tahun 1929.

IMF mengatakan bahwa penutupan kegiatan ekonomi dan industri negara negara terdampak pandemi mengakibatkan penyusutan ekonomi secara global, selain itu lockdown juga menyebabkan kegiatan ekonomi macet total, sehingga IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global sebesar 3,3 % tahun 2020 ini.

Di sisi lain tidak diketahui sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Sementara kondisi perekonomian global pada quartal 2 ini sudah mengalami resesi ( atau pelambatan ekonomi ). Sejumlah negara sudah mengumumkan negaranya tengah resesi. Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Jerman, Perancis, Italia Jepang dan Thailand pertumbuhan ekonomi mereka minus.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam quartal 2 ini minus 5,3 % sebagaimana di sampaikan BPS. Artinya Indonesia sebenarnya telah mengalami resesi meski pemerintah tidak mengakui hal itu. Maka dari itu, upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menaikkan gaji pegawai dengan memberikan bansos Rp. 600.000 kepada pegawai dengan gaji dibawah 5 juta. Upaya ini dimaksud untuk mendongkrak sisi permintaan sehingga akan menggairahkan pihak perusahaan melakukan produksi dan menaikkan pendapatan negara.

Walhasil, alih alih kapitalisme menyejahterakan rakyat. Yang terjadi justru krisis berulang dan membuat jurang kemiskinan yang sangat dalam. Rasio gini semakin lebar antara orang kaya dan orang miskin.
Kenapa Resesi bahkan depresi selalu berulang.

Mungkin ini adalah pertanyaan setiap orang. Paling tidak, ada empat pendekatan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Pertama secara ideologis, sistem ekonomi kapitalisme dibangun dari sekularisme yang memisahkan peran agama dalam ekonomi. Jika yang dimaksud agama Kristen mungkin ada benarnya karena agama tersebut tidak memiliki sistem ekonomi. Maka pantaslah jika kemudian lahir pandangan pandangan ekonomi yang berasal dari ekonom seperti Adam Smith, David Ricardo atau Alfred Marshal dan sebagainya. Tetapi justru inilah masalahnya, pandangan manusia secerdas apapun tida sanggup memahami karakter manusia, buktinya yang ada selalu ada koreksi dari pemikir-pemikir ekonomi kapitalisme sendiri terhadap ide-ide mereka, mulai dari klasik, neo klasik, aliran sisi pemintaan, alirab sisi penawaran, aliran keynesian, aliran moneteris hingga aliran rational expextation yang ternyata kembali mengulang aliran klasiknya Adam Smith.

Akal manusia yang terbatas tidak sanggup memahami hakikat manusia dan seluruh naluri dan kebutuhannya. Mana yang baik dan buruk buat mereka, mana yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Maka ketika membuat seperangkat aturan terkait ekonomi justru yang terjadi adalah hegemoni para kapitalis atas rakyat miskin, negara atas negara negara miskin.

Berbeda jika dibandingkan dengan Islam, Islam bukan sekedar agama. Akan tetapi dia adalah ideologi yang memuat seperangkat sistem, termasuk di dalamnya adalah sistem ekonomi. Di dalam islam apa yang boleh dimakan, diproduksi, diperdagangkan dikembalikan kepada Syariat Islam. Termasuk apa yang boleh dimiliki dan tidak juga disandarkan kepada aturan Allah dan Rasulnya. Bahkan aktivitas ekonomi pun harus diatur aqadnya oleh Islam agar tidak terjadi penindasan satu pihak oleh pihak yang lain.

Kedua secara empiris, ekonomi kapitalisme rentan terhadap krisis karena akan selalu terjadi kebocoran dalam praktiknya. Adanya lembaga keuangan dan pasar modal adalah penyebabnya. Akumulasi modal pada perbankan, pasar modal, pasar sekunder dan pasar derivatif tidak berbanding lurus terhadap penyerapan tenaga kerja dan jasa. Karena di dalam pasar pasar tersebut tidak ada under-lying assets yang diperjual belikan. Hanya uang yang bertemu uang, jelas sekali ini mirip dengan perjudian raksasa. Di sana sarat dengan spekulasi spekulasi untuk mengeruk uang dalam waktu yang sangat cepat. Dalam praktiknya, sistem ekonomi kapitalisme tidak sekedar menjadikan uang sebagai alat tukar tetapi juga menggunakannya sebagai alat spekulasi.

Ketiga, Maka kita bisa lihat secara historis. Bahwa krisis demi krisis yang terjadi sejak berdirinya ekonomi kapitalisme semua berawal dari pasar saham. meski kemudian pastinya berimbas pada sektor sektor real, seperti pertanian, perdagangan, industri dan sebagainya. Karena secara teori ada hubungan sangat erat dalam ekonomi kapitalisme antara pasar barang dan pasar uang. Dengan mengikuti analisis IS-LM dalam ekonomi makro. Tidak heran jika terjadi keguncangan dalam pasar modal akan berakibat pemecatan, inflasi dan berhentinya produksi di sektor real. Maka selama masih ada pasar barang dan pasar uang maka selama itu pula resesi bahkan depresi akan terjadi.

Keempat, Lebih dari itu, secara filosofis sifat serakah ( greedy ) dalam kapitalisme justru dinilai sebagai sifat yang positif karena dinilai akan membangkitkan produksi tidak peduli apakah benda yang dihasilkan bermanfaat atau justru berbahaya. Pandangan seperti ini diadopsi oleh Adam Smith dari filosof Yunani Epicurus yang mendewakan hedonisme.
Sehingga ekonomi kapitalisme meniscayakan keserakahan melebihi kebutuhannya dan akumulasi modal meski dengan cara yang pada awalnya ditentang sendiri yaitu menjadikan uang sebagai alat spekulasi. Tepatnya semenjak masa neo klasik.

Islam sebagai Solusi

Islam agama yang sempurna, Islam pun memuat Sistem Ekonomi. Yang menjadikan Syariat sebagai panduan berekonomi. dalam sejarah yang panjang penerapan ekonomi Islam dalam Khilafah Islamiyyah menghasilkan kesejahteraan bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada hewan dan tumbuhan.

Khilafah Ustmaniyyah misalnya, membangun infrastruktur jalan raya selalu menyisakan cekungan disisi jalan raya agar ketika hujan bisa terisi air dan bisa diminum oleh burung-burung yang hinggap. Dalam sejarah pemerintahan Umar bin Abdul Aziz tidak ada lagi kemiskinan dijumpai karena taraf hidup rakyat sudah sejahtera. Lain lagi di masa Umar bin Khattab beliau memberikan modal dan membagikan lahan bagi rakyat yang tidak memiliki lahan dan modal.

Beliau juga membangun baitud daqiq ( rumah gandum ) untuk menjamin kebutuhan para musafir dan peziarah haji di tengah perjalanan. Mereka bisa mengambil gandum sebagai bekal dan kebutuhan mereka selama di perjalanan, dan semua itu diberikan secara gratis.

Sungguh, penerapan ekonomi Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah telah menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia bahkan hewan dan tumbuhan. Karena sistem tersebut datang dari Dzat Yang Maha Tahu atas segala kebutuhan dan keinginan manusia, Maha Tahu akan benar dan Salah, Maha Tahu akan terpuji dan tercela. Dialah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.TwitterFacebookWhatsAppTelegramShare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *