Revisi Ideologi untuk Selamatkan Generasi

Secara historis, empiris, dan merupakan kewajiban syariat untuk menjadikan ideologi Islam hidup dalam seluruh aspek kehidupan generasi. Dengannya penerapan hukum Allah yang merupakan kewajiban harus diupayakan oleh seluruh elemen masyarakat Muslim, termasuk generasi itu sendiri. Itulah yang menjadi agenda perjuangan, membumikan ideologi Islam yang memberi rahmat bagi alam semesta.


Oleh: Cut Putri Cory

POJOKOPINI.COM — Generasi muda adalah investasi masa depan peradaban dan bangsa. Setiap jiwa yang hidup hari ini bertanggung jawab atas masa depan itu sebagai salah orang-orang yang terlibat dalam pengalaman hidup pemuda. Tak hanya masyarakat, negara juga punya peran dalam menjaga dan membentuk pola generasi, bahkan negara memiliki porsi peran yang lebih besar, paling besar.

Namun saat ini kita sungguh mengernyitkan dahi melihat kondisi generasi yang minim visi. Mereka sibuk mengejar duniawi dan eksistensi, pun mereka berputar-putar pada urusan mempertahankan harga diri yang sejatinya mereka pun bingung akan standarnya. Inilah potret generasi sekarang yang sangat memerlukan pertolongan untuk bisa keluar dari kebobrokannya.

Kerusakan ini semakin diperparah ketika negara juga tak punya visi penyelamat generasi. Ketika yang menjadi kebijakan dari politik penguasa adalah aturan-aturan yang tak berpihak pada pengamanan potensi dan keselamatan akal serta fisik generasi. Jadilah generasi mengikuti kemana arus bertiup, abai terhadap bahaya yang mengancam, mereka bahkan tumbuh sebagai generasi bingung yang nampak gamang dalam kehidupan.

Lihat saja bagaimana generasi muda kita saat ini terbenam dalam jurang kehidupan tanpa visi. Seorang remaja tertusuk panah di bagian dada kiri setelah ikut tawuran di Kecamatan Medan Belawan. Kini, remaja itu menjalani operasi bedah toraks di RSUP H Adam Malik (Detik.com, 11/1/2023). Ada juga seorang remaja berinisial M tewas usai menghentikan paksa satu unit truk yang tengah melaju dari Exit Tol Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor (Republika.co.id, 15/1/2023). Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 72 remaja yang hendak tawuran di Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (15/1/2023). Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan puluhan remaja itu diamankan dalam patroli cipta kondisi (cipkon) yang dilakukan rutin oleh jajarannya di malam hari.

Sungguh miris. Negeri ini seharusnya memanfaatkan bonus demografi yang selama ini digadang-gadang sebagai potensi besar bangsa untuk kepentingan memperbaiki kualitas generasi dan berupaya menghebatkannya dengan mengoptimasi peran dan tanggung jawab negara sebagai penentu arah kebijakan penyelamatan generasi.

Karena sejatinya penyelamatan generasi bersambung kait dengan ideologi suatu negara. Kalau negara itu menerapkan ideologi kapitalisme sekuler, maka mustahil para pengampu kebijakannya memiliki agenda untuk menyelamatkan dan menghebatkan generasi. Yang ada justru kebijakan demi kebijakannya bermuara pada kepentingan para kapitalis, sekalipun generasinya harus hancur karena kebijakan itu. Karena memang itulah mindset dasar dari ideologi kapitalisme yang memisah agama dari kehidupan.

Ketiadaan visi generasi sungguh terkait dengan pemikiran yang mendasar dari ideologi sekuler yang diterapkan saat ini. Kapitalisme sekuler dibangun di atas pemikiran yang memutilasi peran agama, dia dipisah dari kehidupan, sehingga seluruh kebijakan merupakan manifestasi dari konsekuensi pemisahan agama dari kehidupan.

Alhasil lahirlah darinya generasi yang miskin visi hidup karena tak memahami tujuan penciptaan dan hendak kemana dia setelah kehidupan dunia ini. Dia bahkan lupa akan identitasnya sebagai generasi Muslim yang harus berkehidupan dalam mengoptimasi peran kehambaannya kepada Allah.

Generasi yang kosong dan tak terjaga fitrahnya dalam penerapan sistem kapitalisme sekuler inilah yang hari ini kita harapkan sebagai pengisi peradaban di masa depan. Bisakah Anda bayangkan bagaimana kusutnya gambaran masa depan itu? Saat ini saja, negeri-negeri Muslimin dibuat susah karena miskinnya sosok negarawan. Para penguasa korup merajalela, para zalim mengatur urusan rakyat dengan memberi petaka kemiskinan dan kebodohan.

Di sinilah kita melihat bahwa memang ideologi sebuah negara bertalian erat dengan baik buruknya masyarakat dan kondisi generasi di dalam negara itu. Kita pun melihat dengan pandangan yang sangat jelas bahwa ideologi kapitalisme takkan pernah mampu menjadi wadah penghebat generasi, sehingga perlu untuk semua pihak bersinergi mewujudkan revisi ideologi demi kebaikan generasi.

Memang benar, segala sesuatu yang merupakan hak Allah, jangan dengan serampangan diambil oleh makhluk. Termasuk dalam hal menetapkan hukum. Dalam surat al-An’am ayat 57 ditegaskan: In al-hukmu illâ lilLâh. Hak menetapkan hukum hanyalah milik Allah SWT. Dialah Yang berhak menetapkan pengaturan terhadap seluruh aspek hidup manusia, pun memanglah Islam merupakan sistem yang di dalamnya telah Allah desain untuk mengoptimasi peran dan potensi manusia, termasuk generasi muda.

Sehingga dipahami bahwa hanya dengan penerapan hukum Islam itulah, sekaligus dengan mencampakkan kapitalisme sekuler, kita dapat menyelamatkan generasi. Ideologi Islam adalah satu-satunya obat untuk menghilangkan sakit dan payah yang dialami generasi hari ini.

Visinya terbentuk dan mekanisme merealisasikan visi pun lengkap tersistem ketika negara menjadikan Islam sebagai ideologinya. Hanya negara Islam yang memiliki visi mulia atas pemuda, juga memilki metode untuk menyelamatkanan generasi. Hal ini sudah tercatat dalam bingkai sejarah, bagaimana Islam mampu mencetak generasi dengan kualitas emas yang visioner. Jauh dari hal-hal yang nampak saat ini.

Secara historis, empiris, dan merupakan kewajiban syariat untuk menjadikan ideologi Islam hidup dalam seluruh aspek kehidupan generasi. Dengannya penerapan hukum Allah yang merupakan kewajiban harus diupayakan oleh seluruh elemen masyarakat Muslim, termasuk generasi itu sendiri. Itulah yang menjadi agenda perjuangan, membumikan ideologi Islam yang memberi rahmat bagi alam semesta.[]

DISCLAIMER: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.