Ritel Tersungkur, Investor Mundur

Jika kinerja bisnis korporasi menurun, para investor segera hengkang menarik sahamnya dari perusahaan tersebut. Akibatnya, modal menyusut dan menimbulkan instabilitas keuangan yang cukup bermakna bagi perusahaan.


Oleh: Ummu Afkar

POJOKOPINI .COM–Penutupan seluruh gerai Giant milik PT Hero Supermarket Tbk. (HERO Group) pada akhir Juli 2021 dikhawatirkan Ketua Umum APRINDO, Roy N. Mandey akan menyebabkan HERO Group kehilangan investasinya (liputan6.com, 25/05/2021). Bagi investor, kerugian yang dialami korporasi terbaca sebagai performa buruk. Walhasil, dana investasi pun bisa melayang ke emiten lain yang lebih menjanjikan.

Namun saham PT Hero Supermarket Tbk. sempat melambung pada sesi kedua perdagangan saham di hari Selasa (liputan6.com, 25/5/2021). Kenaikan saham HERO ini padahal terjadi di tengah rencana penutupan gerai dan pengalihan fokus ke pengembangan tiga merek dagang yang lain, yaitu IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Analis PT Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas menilai, pelaku pasar melihat langkah manajemen HERO mengembangkan tiga merek dagang tersebut dinilai akan menghasilkan potensi pertumbuhan lebih tinggi ke depan dibandingkan Giant. Namun menurut Sukarno, kondisi ini masih menunggu perkembangan selanjutnya karena baru bersifat spekulatif dengan posisi tawar yang tidak terlalu ramai. Terekam sinyal investor belum yakin potensi bisnis ke depan.

Saham Bak Racun Berbalut Madu

Demikianlah, sudah jamak diketahui. Fluktuasi nilai saham di bursa efek dipengaruhi kinerja korporasi yang terdaftar sebagai emiten di sana. Investor saham menempatkan dananya di perusahaan-perusahaan dengan prediksi kinerja yang menguntungkan saja.

Jika kinerja bisnis korporasi menurun, para investor segera hengkang menarik sahamnya dari perusahaan tersebut. Akibatnya, modal menyusut dan menimbulkan instabilitas keuangan yang cukup bermakna bagi perusahaan.

Investor tidak mempertimbangkan kondisi perusahaan apakah tertimpa musibah seperti pandemi hari ini. Mereka tidak memiliki keterikatan kuat dengan korporasi, karena mereka hanya menginvestasikan uang dalam lembaran-lembaran saham untuk memperoleh cuan tanpa terlibat dalam kegiatan bisnis. Sebagai pemodal tapi tidak mencurahkan pemikiran untuk keberlangsungan bisnis. Begitu ada sinyal rugi, investor saham pun lari.

Berbisnis Butuh Syariat Islam

Itulah konsekuensi tatacara bermuamalah yang tidak sesuai syariat Islam. Perusahaan ‘go public’ atau Perseroan Terbatas Terbuka (PT Tbk) ini dipandang sebagai syirkah (persekutuan bisnis) yang batil dalam Islam. Syekh Taqiyuddin An Nabhani telah mengupasnya dalam kitab beliau Nizham Iqtishadiy fil Islam.

Aqad muamalah syirkah yang syar’i menjadikan kedua pihak yang terlibat sama-sama dapat menikmati keuntungan, namun juga menanggung kerugian. Apabila kerugian tersebut bukan disebabkan kelalaian salah satu pihak. Seperti pada kondisi musibah gempa bumi, banjir, pandemi dan sebagainya.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana kehebatan Islam sebagai sebuah sistem kehidupan dalam menjaga harta dan mencegah kezaliman. Inilah sebagian kecil cahaya keagungan Islam dengan aturan yang bersumber dari Allah swt. dan melingkupi segala yang dicontohkan Rasulullah saw.

Maka hendaklah kita taat kepada Allah secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan kita, termasuk dalam berbisnis. Meninggalkan syariat Islam hanya akan menjerumuskan kita kepada kezaliman. Allah telah memperingatkan dalam surat Al Maidah ayat 45, “Dan barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Sementara sebagaimana pernah diungkap dalam hadits Rasulullah saw., bahwasanya orang-orang yang zalim kelak terancam masuk neraka karena amalnya harus diberikan kepada orang-orang yang dizalimi. Dan bahkan bila sudah tak cukup lagi amalnya untuk menutupi, maka dosa-dosa orang yang dizalimi akan ditimpakan kepadanya. Na’udzubillahi min dzalik.[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *