Rohingya yang Terlupa

Sehingga sistem Islam Kaffah akan membela hak Muslim di seluruh dunia, melepaskan dari penindasan, dan tidak akan menghilangkan rasa kemanusiaan. Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Dimana sekat kebangsaan malah melumpuhkan dan membius rasa kemanusiaan.


Oleh: Dien Kamilatunnisa

POJOKOPINI.COM — Bangladesh memindahkan sekitar 1.600 pengungsi Rohingya dari negara tersebut menuju sebuah pulau terpencil di Teluk Benggala Barat, Bhashan Char. Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan di kamp-kamp kamp pengungsi yang kini menampung lebih dari 1 juta etnik Rohingya (kompas.com, 4/12/2020).

Hanya saja banyak pihak yang menentang pemindahan ini. Salah satunya adalah kelompok pegiat HAM, Human Rights Watch (HRW). Dari hasil wawancara (HRW) pada pengungsi, didapatkan hasil bahwa mereka tidak secara sukarela pindah ke Bhashan Char.

Alasan penentangan relokasi ke pulau Bhasan Char karena lokasi tersebut dinilai kurang layak. Bhasan Char yang terbentuk secara alami oleh lumpur Himalaya di Teluk Benggala, sekitar 60 kilometer dari daratan, rentan terhadap bencana alam dan tidak cocok untuk permukiman manusia. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Fortify Rights. Sehingga Fortify Rights menentang relokasi para pengungsi ke pulau itu (okezone.com, 5/12/2020).

Sungguh malang nasib saudara seiman dan seislam kita, Muslim Rohingya. Mereka terombang-ambing dilautan tak tentu arah. Sebutan pengungsi bagi mereka seolah-olah menutup akar masalah mengapa mereka menjadi orang-orang yang tak berkewarganegaraan (stateless).

Suara yang menentang relokasi pengungsi berasal dari lembaga-lembaga penghasil konvensi. Tentu saja kita tidak bisa menggantungkan harapan. Solusi-solusi yang ditawarkan hanya tambal sulam tidak menyentuh akar masalah.

Harusnya yang menyerukan perlindungan pada Muslim Rohingya adalah pemimpin Muslim. Setiap pemimpin Muslim harusnya menyadari panggilan iman yang mendasari ukhuwah Islamiyyah sehingga menghasilkan rasa tanggungjawab melindungi Muslim manapun.

Saat ini penting sekali hadirnya sebuah sistem Islam Kaffah yang akan melindungi umat dari berbagai penindasan dan kezaliman. Dalam sistem Islam Kaffah, akan terbentuk persaudaraan Islam yang hakiki dan kuat. Rasa persaudaraan yang lahir dari aqidah Islam. Sehingga sistem Islam Kaffah akan membela hak Muslim di seluruh dunia, melepaskan dari penindasan, dan tidak akan menghilangkan rasa kemanusiaan. Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Dimana sekat kebangsaan malah melumpuhkan dan membius rasa kemanusiaan.

Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka” (HR. Al-Hakim dan Baihaqi).[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *