Runtuhnya Sang Perisai Umat : Induk Segala Keburukan

Runtuhnya Sang Perisai Umat : Induk Segala Keburukan

Oleh : Sriyanti
Ibu Rumah Tangga

WWW.POJOKOPINI.COM — Ketiadaan khilafah menjadikan kehidupan umat Islam kacau balau, mereka senantiasa dirundung masalah dan tak pernah menemukan solusinya. Ibarat anak ayam kehilangan induknya, berjalan kebingungan tak tentu arah.

Maret menjadi bulan kesedihan bagi umat Islam, karena 96 tahun silam, tepatnya 3 maret 1924 adalah hari dimana kekhilafahan Utsmani di Turki diruntuhkan. Khilafah merupakan sistem pemerintahan dalam Islam yang mempersatukan seluruh umat Islam di dunia, serta menjalankan syariat Islam secara menyeluruh. Maka runtuhnya khilafah ini menjadi penyebab awal permasalahan dan penderitaan dunia Islam sampai saat ini.

Khilafah ditumbangkan oleh konspirasi Barat melalui tangan Mustafa Kemal Attaturk laknatullah, kemudian dirubah menjadi negara sekuler Republik Turki. Keruntuhannya mengakibatkan umat Islam di seluruh dunia tidak bersatu lagi, mereka melepaskan diri dan terpecah menjadi negara-negara kecil. Hingga pada akhirnya umat muslim hidup di bawah kendali kepemimpinan orang asing.

Sejak saat itulah berbagai masalah yang menimpa kaum muslimin, tidak mendapatkan solusi yang bersumber dari syariat Islam. Hukum-hukum syariat Islam pun diabaikan bahkan direndahkan karena dianggap sebagai hukum yang tidak sesuai zaman. Akibatnya keterpurukan, kekacauan dan penderitaan pun semakin merajarela.

Salah satu di antaranya adalah persoalan yang menimpa perempuan dan generasi saat ini. Keluarga yang merupakan benteng terakhir penanaman dan praktek Islam, semakin melemah bahkan direkayasa dengan berbagai cara untuk dihancurkan.

Saat ini kita bisa melihat dan merasakan kehancurannya. Mulai dari pergaulan bebas, perzinaan, perdagangan wanita, pelecehan seksual, KDRT, hingga yang sedang hangat pemberitaannya saat ini adalah pembunuhan terhadap balita yang dilakukan oleh seorang remaja putri. Miris sekali. (Detik.com 10/03/2020)

Itu merupakan beberapa dari sekian banyak bukti betapa hancur dan tak bermoralnya generasi saat ini.

Bukan hanya itu, lebih luas kita bisa melihat apa yang terjadi pada umat Islam di belahan bumi lainnya. Mereka pun tak luput dari berbagai penderitaan, baik sebagai minoritas ataupun mayoritas sama saja selalu tertindas. Seperti apa yang terjadi di Rohingya dan Uyghur, umat muslim mendapatkan perlakuan keji dari rezim yang berkuasa di sana. Begitu pula apa yang terjadi di India, umat Islam yang tengah berupaya meminta keadilan pada pemerintahnya, terkait undang-undang kewarganegaraan, justru mendapatkan penganiayaan brutal dan keji. Tak ubah halnya dengan apa yang terjadi di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia. Meski tidak mendapatkan kekerasan secara fisik namun rakyatnya banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Umat muslim pun kerap dipojokkan bahkan mendapatkan tekanan ketika mendakwahkan Islam kafah. Walaupun jumlah jumlahnya banyak tetapi masih dalam tekanan jumlah yang sedikit karena pihak yang sedikit terlalu kuat dan punya kewenangan.

Oleh karena itu, hendaknya umat Islam menjadikan peristiwa 3 Maret 1924 sebagai pelecut untuk membakar semangat agar berjuang dengan sungguh-sungguh menegakkan kembali khilafah. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menyadarkan umat agar segera turut berjuang mendakwahkan Islam di tengah mereka. Sesungguhnya menegakkan khilafah adalah sebuah kewajiban syara, dimana semua mazhab imam mu’tabar menyepakatinya.

Dalam permasalahan imamah/khilafah Imam Syafi’i mengutip perkataan Imam Ali bin Abi Thalib ra yang menyatakan bahwa Imamah dalam Islam “Wajib ditegakkan di bawah kepemimpinan kaum Muslimin sehingga kalangan kafir pun dapat menikmati hak-haknya dengan baik, dengannya peperangan melawan musuh dicanangkan, stabilitas keamanan terjaga, kaum tertindas terlindungi dari pihak zalim, orang-orang yang baik dapat hidup tenang dan dapat terhindar dari ancaman orang-orang yang jahat.”

Khilafah pun merupakan kebutuhan. Hal itu karena khilafah akan menjadi perisai serta solusi umat dalam berbagai problem kehidupan termasuk di dalamnya masalah perempuan dan generasi.

Semoga Allah Swt. meridai serta meneguhkan langkah umat Islam dan segera memberikan pertolongan dengan tegaknya khilafah yang mengikuti metode kenabian. Wallahu a’lam bi ash-shawab.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *