Seks Bebas semakin Bebas, Butuh Solusi Tuntas

Seks Bebas semakin Bebas, Butuh Solusi Tuntas

Sangat wajar pemuda pemudi hari ini sangat bobrok mulai dari akhlaknya, pendidikannya, bahkan aktivitasnya. Hal ini disebabkan pintu gerbang menuju kesesatan sangat terbuka lebar.


Oleh: Riyanti (Pendidik)

POJOKOPINI.COM — Miris ketika melihat fakta seorang ibu muda asal Cibinong, Kabupaten Bogor gelap mata. Ibu berusia 18 tahun itu tega menghabisi bayinya sendiri. Bayi yang baru dilahirkan di kamar mandi itu, ia cekik dan dibuang ke selokan (www.radarbogor.id, 15/11/20).

Aksi keji yang dilakukan oleh ibu muda itu imbas dari seks bebas yang kini marak terjadi di kalangan remaja Bogor. Pemuda pemudi yang haus akan kesenangan membuat mereka gelap mata yang akhirnya jatuh ke jurang nista.

Kasus pembuangan Bayi di Bogor dalam dua pekan terakhir marak terjadi. Data yang dihimpun radarbogor.id dari Polres Bogor dan Polres Bogor Kota, tercatat ada empat kasus penemuan mayat bayi. Satu di antaranya merupakan janin bayi berusia tujuh bulan (17/11/20).

Polisi pun memastikan bahwa mayat bayi tersebut merupakan bayi aborsi atau dikeluarkan secara paksa. Aksi pembunuhan dan pembuangan bayi ini dilakukan oleh para pemuda pemudi dari hasil seks bebas. Malu mempunyai bayi tanpa ada ikatan pernikahan lalu mereka korbankan bayi yang tidak berdosa itu.

Seks bebas sudah menjadi hal yang biasa dikalangan para remaja atau pemuda sebab mereka hanya mengedepankan nafsu semata. Tak hanya di Bogor, bahkan di seluruh kota para pemuda sudah terjerat seks bebas. Para pemuda muslim pun ikut terjerat di dalamnya.

Hasil survei Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) saat melakukan penelitian di sejumlah sekolah menengah Lampung mengatakan bahwa sebanyak 12 siswi SMP hamil bersamaan dan berada di dalam sekolah yang sama (Tribunkaltim.co, 31/12/19).

Sungguh ini adalah fakta yang sangay mengejutkan. Hal ini terjadi sebab perang pemikiran yang diluncurkan oleh barat terhadap para pemuda muslim semakin gencar. Mulai dari Fun (kesenangan), Food (Makanan), Fashion (gaya hidup), Film ( tontonan).

Kesenangan yang tidak ada aturan membuat para pemuda bebas beraktivitas. Tidak peduli dosa atau tidak yang penting kesenangan mereka dapat. Makanan yang dikonsumsi tidak peduli halal atau haram yang penting diminati. Gaya hidup ala barat membuat mereka semakin tersesat. Melalui tontonan pula, generasi muda muslim diarahkan untuk menjadi generasi yang apatis, jauh dari aturan Islam.

Padahal pemuda hari ini adalah aset bangsa di masa depan. Di tangan para pemuda lah maju mundurnya suatu bangsa. Jika hari ini para pemuda dalam keadaan mundur, apa kabar bangsa kita di masa depan?

Sangat wajar pemuda pemudi hari ini sangat bobrok mulai dari akhlaknya, pendidikannya, bahkan aktivitasnya. Hal ini disebabkan pintu gerbang menuju kesesatan sangat terbuka lebar. Mulai dari media sosial, pendidikan yang bebas, tontonan bebas, dsb.

Pintu gerbang ini muncul akibat sekularisme yaitu pemahaman yang menjauhkan kehidupan dari agama. Agama hanya dianggap sebagai ritual yang mengurus ibadah saja. Agama tidak dianggap untuk mengatur urusan setiap jengkal permasalahan. Seperti seks bebas, dalam Islam diharamkan, karena hal itu merupakan perbuatan zina.

Allah SWT berfirman:
Dan Janganlah Kalian Mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (TQS Al-Isra [17]: 32).

Selama aturan Islam tidak diterapkan, permasalahan yang terjadi tidak akan dapat terselesaikan. Hanya Islam yang dapat menghentikan arus seks bebas di kalangan masyarakat sebab Islam memiliki aturan yang sangat jelas.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *