Senjata Ampuh Menghadapi Corona

Senjata Ampuh Menghadapi Corona

Musuh bersama yang di hadapi dunia ini harus dihadapi oleh komunitas internasional. Komunitas Internasional seperti apakah yang mampu menghadapi persoalan besar dunia?


Oleh: Sri Rahayu

POJOKOPINI.COM — Wabah Corona mendera dan mengancam kehidupan dunia. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan Cina itu kini membuat dunia berduka. Wabah pandemi global ini disinyalir karena Cina merahasiakannya. Sejak awal kemunculannya seorang dokter Li Wenliang telah mencium keberadaan Corona. Ketika dia berbagi data ternyata tidak membuat senang sesama dokter, bahkan dia dibungkam polisi Wuhan. Hingga Li menandatangani pengakuan bohong setelahnya kemudian meninggal karena terserang Corona.

Ketika pihak berwenang di Wuhan menekan peringatan Li Wenliang, secara diam-diam pada 15 Januari 2020 otoritas Cina memobilisasi dan menginstruksikan respon internal ‘tingkat satu’ (respon paling ekstrem). Minggu berikutnya pejabat CDC dikirim ke seluruh negeri untuk melatih petugas kesehatan, mengumpulkan dana, mengumpulkan data tentang virus dan mengawasi pengujian laboratorium. (TribunJatim.com, 18/04/2020)

Mengapa Cina menutup rapat-rapat tentang virus Corona? Entahlah bisa jadi karena ketakutan posisi Cina melemah karena keberadaan virus ini. Yang jelas Cina punya alasan kuat mengapa dia merahasiakan. mungkin benar yang disampaikan wakil tetap Inggris untuk PBB Sir John bahwa pandemi ini akan berdampak pada hubungan internasional, melemahnya badan-badan internasional, dan pergeseran kekuatan ekonomi ke Asia, seiring meluasnya pandemi.(TribunJatim.com, 16/04/2020)

Demikianlah Cina bungkam tentang horornya pandemi. Hingga WHO baru menyatakan wabah Corona sebagai pandemi pada Rabu 11 Maret 2020. Saat itu, lebih dari 127.000 orang telah meninggal karena virus Corona dan lebih dari 2 juta orang telah terinfeksi. Kontan Presiden Donald Trump mencak-mencak atas bisunya Cina terhadap pandemi yang sangat membahayakan dunia. Pada hari Selasa ia akan menarik dana tahunan AS untuk WHO karena kurang meneliti respon China 
terhadap krisis virus corona. Bahkan mengatakan Cina sudah bekerjasama dengan baik.

Para pejabat WHO secara konsisten memuji tindakan Cina dalam mengatasi krisis. Pada 29 Januari, Direktur Jenderalnya, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan 
Cina “sebenarnya membantu mencegah penyebaran Coronavirus ke negara lain.” Hari itu, Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, mengatakan bahwa Cina melakukan hal yang benar dan bahwa WHO “tidak melihat kurangnya transparansi yang jelas.” (TribunJatim.com, 16/04/2020)

Entah ada permainan dan kepentingan apa antara AS dan Cina yang jelas faktanya AS lah korban terbesar pandemi Covid-19 yang berasal dari Cina. AS merasa sangat dirugikan karena pandemi telah membuat lumpuh dan krisis. Selain memang AS melihat Cina sebagai ancamannya. Karena pengaruh ekonominya tak hanya di Asia tapi telah menjalar ke seantero dunia. Ditambah momen pandemi inilah hingga membuat AS kian keras memukul Cina.

Untuk meredam dan menyelamatkan diri, Cinapun tak diam. Dia berupaya mengembalikan reputasinya. Dia katakan telah bekerjasama dengan baik. Tak ada menyembunyikan
data dan informasi tentang virus ini. Cina mengatakan telah mendukung perjuangan global memerangi Covid-19.

Penguasa Cina juga menekankan, bahaya yang mendera dunia ini tak hanya berhenti pada wabah Covid-19. Darurat keamanan kesehatan global ini sebagai pengingat akan urgensi pentingnya membangun komunitas dengan masa depan umat manusia. Komunitas dengan solidaritas dan kerjasama masyarakat Internasional yang dapat mengatasi epidemi dan melindungi semua umat manusia.

Musuh bersama yang di hadapi dunia ini harus dihadapi oleh komunitas internasional. Komunitas Internasional seperti apakah yang mampu menghadapi persoalan besar dunia?

Selama dunia dipimpin oleh ideologi yang batil buatan manusia maka impian itu hanyalah ilusi sia-sia. Ideologi komunisme tegal nyata gagal. Pun ideologi sekulerisme kapitalisme telah kita saksikan kegagalannya menjawab semua persoalan manusia. Wallahu a’lam, bisa jadi melalui virus Covid-19 ini penduduk bumi menyadari. Selama pola hubungan negara global didasari ideologi sekulerisme seperti hari ini, maka keamanan dunia terus terancam.

Perlakuan keji sekulerisme kapitalisme telah nyata melahirkan kerusakan di semua sendi. Penjajahan yang merupakan metode baku ideologi ini telah meletakkan manusia kehilangan martabatnya sebagai manusia. Hingga penjajahan, penindasan, genosida terus menyelimuti. Terutama terhadap kaum muslimin yang mereka letakkan sebagai bahaya. Ketakutan terhadap tata dunia baru yang nanti di pegang oleh peradaban Islam membuat mereka terus membungkam Islam. Walaupun mereka meyakini melalui analisa NIC bahwa sistem Islam akan tegak kembali. Bahkan memprediksi pergantian kendali dunia itu terjadi tahun 2020.

Walaupun di antara negara besar saling berebut kendali, tetapi untuk memerangi Islammereka bersatu padu. Mereka dihidupkan dengan nyanyian kebencian terhadap Islam. Islam yang datang dari Allah Rabbul Izzati, telah terbukti hampir 14 abad lamanya memimpin dunia. Memberikan jaminan keamanan dan kesejahteraan global. Baik di masa normal apalagi di masa pandemi seperti hari ini.

Tak berkelebihan jika Cina menawarkan senjata pamungkas penangkal pandemi Covid-19. Yaitu sebuah komunitas internasional global yang baik, aman dan memancarkan cahaya bagi manusia. Untuk terwujud kehidupan global yang baik dan aman, ideologi seperti apakah yang mampu mewujudkan?

Tentu tak mampu jika ideologi buatan manusia sebagai sandarannya. Tentu hanya ideologi shahih dari pencipta yang telah berhasil membuktikannya. Ideologi yang melahirkan sistem pemerintahan warisan Nabi Muhammad Saw. Yaitu Khilafah Islamiyah yang terbukti hampir 1400 tahun lamanya berhasil mewujudkan rasa aman dan sejahtera bagi dunia. Wallahu a’lam bishawwab.[]

https://jatim.tribunnews.com/2020/04/16/telepon-rahasia-pejabat-china-bocor-ke-publik-jutaan-orang-bakal-selamat-jika-diumumkan-lebih-awal?page=3

https://jatim.tribunnews.com/2020/04/17/baru-terkuak-ke-publik-china-sudah-punya-senjata-perangi-corona-tak-pakai-obat-sebut-soal-darurat

https://jatim.tribunnews.com/2020/04/16/bocor-data-yang-sangat-disembunyikan-china-ke-publik-soal-corona-sudah-tahu-wabah-bakal-menyebar?page=2

https://m.detik.com/news/internasional/d-4978424/china-sampaikan-pesan-ini-ke-as-yang-hentikan-dana-untuk-who

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *