Serangan Pembiasaan Hijab, Bahan Kampanye Liberal

Serangan Pembiasaan Hijab, Bahan Kampanye Liberal

Sudah sepantasnyalah kita serius berpikir untuk negeri ini, agar orang tua bisa menanamkan akidah akhlak yang baik pada keluarga, terutama anak-anak mereka.


Oleh: Nur Rahmawati, S.H (Praktisi Pendidikan)

POJOKOPINI.COM — Viral, konten video yang dibuat oleh media asal Jerman Deutch Welle (DW), mengulas isu anak pakai jilbab sejak kecil. Dalam konten Twitter tersebut, “Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?,” tulis DW Indonesia. Pikiranrakyat.com (26/9).

Sebagian pihak menganggap bahwa konten tersebut mengusik para orang tua yang mengajarkan akidah kepada anak-anak mereka. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan, mengingat ini bagian dari kewajiban dari ajaran agama Islam yang dilindungi oleh undang-undang negara ini.

Demokrasi, Lahan Subur Liberalisme

Mengapa hal tersebut terjadi? Tentu semuanya tak lepas dari kebebasan yang dimiliki siapapun di negeri ini. Baik kebebasan berpendapat, berperilaku, beragama dan kebebasan kepemilikan. Dimana kebebasan itu diberikan payung hukum dalam bentuk Undang-Undang No.39 Tahun 1999 Tentang HAM. Inilah yang menjadikan landasan siapapun baik individu, kelompok bahkan lembaga boleh berpendapat apapun, walaupun pendapatnya menyakiti hati masyarakat luas karena dianggap mengganggu.

Oleh karenanya, sistem demokrasi saat ini membuka lebar paham-paham liberalisme terus tumbuh, yaitu paham kebebasan dimana salah benar diserahkan pada nafsu manusia. Ini menunjukkan bahwa kebebasan adalah yang utama, tidak perduli benar atau salah yang terpenting setiap individu diberikan kebebasan untuk memilih, walaupun pilihannya tidak sesuai dengan ajaran agamanya.

Sebagaimana yang terjadi saat ini, ketika orang tua mengajarkan pendidikan akhlak Islam pada anak-anak mereka, dengan mudah dicibir dan bahkan diusik dengan berbagai argumen dalam bentuk konten, karena dianggap melanggar kebebasan anak. Padahal kita lihat anak usia dini yang belum sempurna akalnya, belum mampu menentukan mana yang baik dan buruk, mana yang halal dan haram serta mana yang benar dan salah.

Selain itu, ini juga dapat membahayakan bagi orang tua yang belum memiliki ilmu keislaman yang memadai, sehingga konten tersebut secara tidak langsung dapat merubah cara berpikir orang tua. Serangan kaum liberal ini tentu harus di-counter oleh umat, karena berbagai bahaya yang terselubung di dalamnya. Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.

Jika ditelisik kembali, serangan terhadap Islam sering dilakukan oleh kaum liberal. Dengan berbagai cara bahkan dengan hal yang terkecil sekalipun akan mereka jadikan bahan kampanye liberal. Lantas, kemana peran negara dalam melindungi rakyatnya untuk menjalankan ajaran agamanya yaitu Islam? Sulit untuk dijawab, jika sistem yang digunakan masih demokrasi.

Sistem Islam Melindungi dari Ajaran Liberal

Islam tidak hanya sebagai agama, lebih dari itu juga sebagai mabda (ideologi) yang mengatur segala lini kehidupan. Dari masalah privasi hingga masalah negara. Sistem Islam lahir dari Kalamullah yang dipastikan kesempurnaanya. Begitupun Islam memberikan perlindungan bagi seluruh masyarakat. Baik muslim maupun nonmuslim dari pemikiran dan paham yang merusak. Sehingga Islam sebagai filter bagi fenomena globalisasi. Berikut sebagian cara Islam memfilter paham liberal

Pertama, memastikan setiap individu masyarakat menjalankan hukum Islam, sehingga mereka memahami dengan benar, bahwa hanya dengan Islam segala perbuatannya akan dilakukan, serta dijauhkan dari teracuninya paham liberal. Karena memahami bahwa standar perbuatan manusia adalah hukum Islam.

Kedua, dalam lingkup masyarakat, Islam akan menciptakan masyarakat yang Islami, sehingga adanya penjagaan dari masyarakat terkait paham liberal tersebut. Yang akhirnya akan sulit tumbuh di masyarakat Islami.

Ketiga, dengan sistem Islam yang diterapkan individu, masyarat dan negara, maka akan menjadi energisitas dan kolaborasi yang lengkap. Yang akhirnya, tidak ada celah untuk paham liberal ini tumbuh di negara tersebut. Karena negara memastikan pendidikan, sosial budaya, ekonomi, politik, pertahanan dan kemanan semua akan diatur dengan sistem Islam. Maka akan terwujudlah rahmatan lil’alamin

Sudah sepantasnyalah kita serius berpikir untuk negeri ini, agar orang tua bisa menanamkan akidah akhlak yang baik pada keluarga, terutama anak-anak mereka. Semua ini akan mendapatkan jaminan dari sistem Islam. Maka menerapkan sistem Islam adah kebutuhan bersama. WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *