Seruan Dakwah Digital untuk Seluruh Masyarakat, Ratu 2020

Kepastian sejahtera dan terbebas dari kepayahan yang dijamin sistem Islam.


POJOKOPINI.COM — “Penting untuk kita meyakini bahwa Khilafah itu ajaran Islam, dari Rabb kita semua. Ini sudah diwujudkan oleh baginda Muhammad Rasulullah Saw, perintah ini menjadi amanah kita hari ini. Khilafah itu adalah alat untuk menerapkan syariat,” Ustazah Ratu Erma lalu mengutip ayat Qur’an yang menjelaskan perintah Allah untuk penerapan Islam kaffah.

Dia lalu menjelaskan kepastian sejahtera dan terbebas dari kepayahan yang dijamin sistem Islam, “Ada jaminan di dalam syariat itu, ini adalah jaminan dari Allah. Pertama, kedaulatan ada pada Syariah. Konstitusi itu bersumber dari Syariah. Jadi kalau kita cermati tujuh pilar bernegara itu ada dalam Syariah, poleksusbudhankam. Dia (red. Syariah) juga sudah menjelaskan konsep problem solving, sistem hukum, peradilan, ekonomi, dll. Syariah juga mencakup bagaimana cara agar terealisasi konsep itu.”

Ustazah Ratu Erma kemudian memaparkan urgensi institusi politik Islam global yaitu Khilafah, “Kalau tidak ada institusi ini, bagaimana semua itu akan terealisasi?” Dia juga menjelaskan Allah tetapkan pemimpin itu harus kuat, takwa, dan kuat dari segi pengetahuan ketatanegaraan.

Menurutnya, dalam sistem Islam terwujud efisiensi dan kesederhanaan birokrasinya, “Jadi masalah yang di bawah itu cepat diselesaikan, segera direspons. Ada kesatuan komando, jadi tak banyak pembisik-pembisik, karena kewenangan ada pada Khalifah dan semuanya itu terkontrol walau dalam pelaksanaannya ada unit-unit yang bantu untuk me-report.”

Terkait kesejahteraan perempuan, Ustazah Ratu Erma mengatakan, “Perempuan dalam Khilafah itu bebas finansial, di pundaknya tidak dibebankan untuk mencari nafkah. Khilafah menerapkan Syariah dengan cara mewajibkan wali perempuan untuk bekerja yang dijamin oleh negara. Negara harus mengelola kekayaan alam ini supaya ada lowongan. Kalau dalam Islam itu ya seperti ratu, sejahtera bebas tanpa menanggung kewajiban bekerja. Ada sistem jaminan dari wali, keluarga, dan negara.”

Menurutnya, Islam menetapkan bahwa perempuan boleh untuk menjalani profesionalisme, mengembangkan dirinya di berbagai bidang.

Telah berlangsung Digital Event Nasional Risalah Akhir Tahun (Ratu) 2020 yang dihadiri sedikitnya delapan puluh ribu peserta dari seluruh Indonesia, Sabtu (26/12/2020) bertema “Berkah dengan Khilafah”. Dalam kesempatan itu, hadir tiga narasumber di antaranya: Hj Ir Dedeh Wahidah Achmad yang merupakan Konsultan dan Trainer Keluarga Sakinah, pengamat kebijakan publik Ustazah Pratma Julia Sunjandari SP, dan Ustazah Ratu Erma Rahmayanti SP yang adalah pemerhati kebijakan keluarga dan generasi.

Hadir juga dalam forum tersebut dua tokoh yang memberikan testimoninya yaitu pakar kristologi Hj Irene Handono dan Hj Dra Komariah, pembina 60 Majelis Taklim yang mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bersegera menyambut seruan dakwah kembali kepada tuntunan Allah dan Rasul-Nya dengan meninggalkan sistem demokrasi menuju Islam kaffah.[]

One thought on “Seruan Dakwah Digital untuk Seluruh Masyarakat, Ratu 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *