Sistem Kapitalisme Menuntaskan Prostitusi, Mimpi!

Sistem Kapitalisme Menuntaskan Prostitusi, Mimpi!

Kerusakan dan kebobrokan kehidupan dalam sistem Kapitalisme/Liberalisme ini terjadi secara sistematis dan sistemik.



Oleh: Yeni Ummu Athifa (Institute Kajian Politik dan Perempuan)

POJOKOPINI.COM — Biadab! Bagaimana mungkin seorang suami tega menjual istrinya sendiri ke lelaki hidung belang. Alih-alih menjadi pelindung, ini malah memanfaatkan istrinya demi meraup rupiah. Mirisnya, dia sendiri yang menjadi calo dengan memasarkannya melalui media sosial, Facebook dan Instagram. Bahkan ia sendiri yang mencari tempat berkencan dan mengatur cara pembayarannya, (JPPN.com, 20/06/2020).

Bagaimana mungkin ini terjadi? Walau secara akal berada di luar nalar sehat kita, Gempuran hidup yang serba materialistis akibat terjangkit virus hedonisme menjadikan seseorang ingin hidup mudah tanpa bersusah-susah harus bekerja. Gaya hidup, punya rumah, kendaraan pribadi dan gadget yang canggih dianggap kesenangan/kebahagiaan dan menjadi tujuan utama yang ingin capai di dalam hidupnya. Sementara diri tak ada benteng keimanan sedikit pun.

Sistem Kapitalisme/Liberalisme yang menjadi penyebab utama rusaknya tatanan kehidupan masyarakat. Dengan berlindung pada kebebasan menjadikan seseorang boleh melakukan apa saja yang dia inginkan selama dilakukan tanpa paksaan dan suka sama suka. Dengan prinsip serba boleh/ permisivisme menjadikan mereka bebas melakukan apa saja selama mereka anggap hal itu mendatangkan manfaat dan tidak merugikan orang lain. Tanpa peduli ukuran halal dan haram, melanggar syariat atau tidak.

Dengan prinsip kebebasan ini, semua aktivitas apa pun menjadi boleh selama mendatangkan keuntungan/materi. Karena materi yang berlimpah sebagai ukuran kebahagiaan. Maka tak heran jika banyaknya perempuan bahkan laki-laki yang terjerumus ke perzinaan baik dilakukan dengan terpaksa atau sukarela demi mengejar materi, memenuhi kepuasan syahwat dan kesenangan duniawi.

Kerusakan dan kebobrokan kehidupan dalam sistem Kapitalisme/Liberalisme ini terjadi secara sistematis dan sistemik. Akibat jauhnya umat dari prinsip hidup yang benar. Umat jauh dari nilai- nilai Islam tergerus dengan paham Kapitalisme-Sekularisme yang telah merasuki umat Islam secara sadar ataupun tidak.

Maka akan sulit berharap permasalahan pelacuran ini tuntas, selama masih ada orang yang merasa sebagai suatu kebutuhan yang saling menguntungkan. Apalagi hukum yang membuat para pelaku, baik PSK maupun lelaki hidung belang ini sangat lemah, hanya mendapat ganjaran penjara dalam jangka waktu bulanan dan paling lama 1 tahunan bahkan tidak jarang para pelaku prostitusi ini hanya dipandang sebagai korban saja, sehingga tak jarang bebas dari jeratan hukum. Maka wajar jika kasus yang sama sering berulang.

Islam Memandang

Ukuran kebahagiaan dalam pandangan Islam adalah mencapai keridhaan Allah. Menjadikan halal dan haram sebagai standar perbuatan. Yakin akan ada hari perhitungan/penghisaban, semua yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban. Dengan keimanan seseorang akan takut melanggar hukum Allah baik dikala sendirian atau disaksikan orang banyak.

Selain itu Islam punya seperangkat aturan tentang kehidupan yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasulnya, Muhammad Saw. Aturan yang sempurna dan tegas yang akan memberikan solusi setiap permasalahan hingga tuntas dan membuat jera pelakunya untuk mengulanginya lagi.

Dan Islam memandang bahwa pelacuran merupakan perbuatan zina. Dan konsep hukuman bagi penzina jauh berbeda dengan hukum konvensional, sehingga setiap pelaku pelacuran baik sebagai PSK maupun penikmatnya, baik secara komersial atau tidak tetap akan dikenai hukuman sebagai penzina. Karena apa pun dalihnya, pelacuran tetaplah maksiat.

Dalam hukum Islam, pezina dibagi berdasarkan status seseorang tersebut. Jika pezina Ghairun Muchsan adalah seseorang yang melakukan zina sementara dia belum pernah menikah dan baginya hukuman 100 kali cambuk dan diasingkan keluar daerahnya. firman Allah swt dalam QS. al-Nur: 2,)

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Yang artinya:
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”.

Sedangkan jika dia pezina Muchsan, yaitu seseorang sudah menikah atau pernah menikah baginya dijatuhi hukuman rajam sampai mati, menurut jumhur ulama. Dan rajam dilakukan dengan cara dilempari batu atau sejenisnya sampai mati. Keberadaan hukum rajam dalam ketentuan hukuman pidana Islam merupakan hukuman yang telah diterima oleh hampir semua fuqaha, kecuali kelompok Azariqah dari golongan Khawarij.

Dan uniknya, pelaksanaan hukuman terhadap pelaku dilakukan di lapangan terbuka, tidak pilih bulu dan disaksikan oleh masyarakat luas. Sementara mucikari/germo hukumannya adalah hukuman takzir tergantung pada keputusan Khalifah.

Tapi itu semua mustahil dilakukan dalam sistem Demokrasi-kapitalisme ini kecuali di dalamnya berlaku syariah Islam secara sempurna. Karena kewajiban khalifah saja yang menjamin terlaksananya hukuman ini. Sehingga sebelum adanya seorang khalifah yang notabene adanya sistem Khilafah ‘ala Nubuwah, hukum razam ini akan selalu ditentang dengan dalih melanggar hak asasi manusia.

Maka jangan pernah berharap akan tuntas permasalahan prostitusi ini tanpa tegaknya sistem Islam secara Mutlak. Hanya negara khilafah saja yang mampu menyelesaikan carutmarutnya negeri ini. Bukankah begitu banyak persoalan dan masalah-masalah lain yang melanda negeri tidak pernah tuntas?! Untuk itu marilah kita berpikir dan bersegera untuk melakukan perubahan nyata, ganti sistem bukan hanya ganti pemimpin. Allahu a’lam bi ash-shawwab.[]

Ilustrasi: Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *