Sistem Sekuler tak akan Mampu Meredam Kebangkitan Islam

Sistem Sekuler tak akan Mampu Meredam Kebangkitan Islam

Meskipun para musuh Islam berupaya keras meredam kebangkitan Islam dan menghalangi kembalinya khilafah. Pada akhirnya usaha mereka akan sia-sia. Karena kembalinya khilafah adalah keniscayaan yang telah Allah janjikan melalui bisyarah Rasulullah saw.


Oleh: Neng Ranie SN

POJOKOPINI.COM — Beragam reaksi muncul dari berbagai kalangan setelah pemerintah Turki memutuskan untuk mengubah status Hagia Shopia dari museum menjadi masjid pada 10 Juli 2020. Keputusan itu membatalkan kebijakan Mustafa Kemal Ataturk yang mengalihfungsikan Hagia Sophia menjadi museum pada 1934. Mayoritas berpenduduk muslim di dunia mendukung dan menyambut dengan sukacita keputusan otoritas Turki untuk mengubah fungsi Hagia Sophia menjadi masjid.

Kembalinya Hagia Sophia menjadi masjid umat Islam seakan menjadi pelipur lara di tengah banyak penderitaan, kepedihan, dan luka ditubuh umat Islam. Luka fitnah dicap terorisme dan korban diskriminasi. Umat Islam diselimuti semangat kebangkitan, kembalinya Hagia Sophia ke pangkuan kaum muslimin seakan menjadi pemantik kesadaran umat Islam dari tidur panjangnya.

Geliat seruan mengembalikan kekhalifahan Islam terus menggema dari umat Islam di segala penjuru dunia, tak terkecuali masyarakat Turki. Dilansir dari beritakaktim.co (31/07/2020), seruan yang muncul di majalah Gerçek Hayat (27/7) untuk mengembalikan kekhalifahan yang dihapuskan tak lama setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman. Gercek Hayat adalah majalah mingguan surat kabar Yeni Safak yang pro dengan pemerintah.

Tak dapat dipungkiri, umat Islam menginginkan adanya perubahan yang hakiki, perubahan sistem yang revolusioner. Umat Islam sudah sangat rindu hidup dalam sistem Islam di bawah naungan khilafah. Sistem yang paripurna, yang mampu menyelesaikan problematika manusia, karena berasal dari Sang Khalik. Serta membawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk non Muslim.

Kendati demikian, tidak semua pihak sukacita menyambut seruan tersebut. Di antaranya, partai berkuasa di Turki, yakni Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menolak seruan majalah pro-pemerintah untuk membangkitkan kembali kekhalifahan Islam. Bahkan, seruan khilafah oleh Gercek Hayat dikriminalisasi dan diadukan.

Dilansir dari m.republika.co.id (28/07/2002), Asosiasi Bar Ankara mengajukan pengaduan pidana terhadap Gerçek Hayat. Adapun, tuduhan yang diberikan adalah, menghasut orang-orang untuk melakukan pemberontakan bersenjata melawan Republik Turki, menghasut masyarakat membentuk kebencian dan permusuhan dan menghasut orang untuk tidak mematuhi hukum.

Penolakan seruan khilafah oleh kubu sekuler Turki menunjukkan, bahwa mereka membenci Islam dan ajarannya. Mereka tak akan rida jika Islam kembali berjaya dan berusaha meredam kebangkitan Islam.

Hal ini tidaklah mengherankan, tersebab sistem demokrasi-sekuler telah mengakar pada jiwa-jiwa kaum Muslim Turki sampai hari ini. Terlebih, saat ini mereka tengah berkuasa atas Turki, otomatis khilafah adalah ancaman kepentingan mereka.

Framing jahat terhadap umat Islam akan terus diluncurkan oleh musuh-musuh Islam. Karenanya, kriminalisasi terhadap seruan khilafah di Turki bukanlah hal baru. Makin masifnya cara musuh-musuh Islam menghalau kebangkitan Islam dengan memecah belah umat Islam, monsterisasi simbol-simbol Islam, narasi-narasi radikalisme dan terorisme, persekusi kepada aktivis dakwah, dan sebagainya.

Meskipun para musuh Islam berupaya keras meredam kebangkitan Islam dan menghalangi kembalinya khilafah. Pada akhirnya usaha mereka akan sia-sia. Karena kembalinya khilafah adalah keniscayaan yang telah Allah janjikan melalui bisyarah Rasulullah saw.

…. Kemudian akan ada khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.” (HR. Imam Ahmad)

Oleh sebab itu, saatnya umat Islam segera merapatkan barisan dan berjuang bersama. Mewujudkan cita-cita mulia, yakni mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyyah. Patutlah kalimat dari majalah Gercek Hayat sebagai pembakar semangat, “Jika tidak sekarang, kapan? Jika bukan Anda, siapa? Berkumpul bersama untuk kekhalifahan“. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *