Solusi Tuntas Atas Jerat Narkoba

Solusi Tuntas Atas Jerat Narkoba

Oleh : Mulyaningsih, S. PTPemerhati masalah anak, remaja dan keluargaAnggota Akademi Menulis Kreatif chapter Kalsel

Narkoba, satu kata dengan sejuta rasa yang ada. Bagi pecandu, ini adalah barang teristimewa yang ada di dunia. Tak ubahnya bak makanan pokok yang wajib ada setiap harinya. Belum lagi uang yang didapatkan ketika menjual barang tersebut sungguh menggiurkan. Bahkan menjadi kurirnya saja bayarannya sangat fantastis. Sehingga, banyak sekali orang yang akhirnya terjerat dalam lingkar narkoba.

Naudzubillah, itulah fakta yang terjadi di negeri ini. Setiap tahun selalu saja banyak yang terjerat olehnya. Tak hanya rakyat biasa ternyata artis juga banyak yang terperosok di dalam kubangan narkoba. Entah sudah berapa kasus yang terjadi selama setahun semalam. Yang pasti membuat kita geleng-geleng kepala dan sedih melihatnya.

Terbebas dari barang haram tersebut menjadi pekerjaan bersama pemerintah dan rakyat di negeri ini. Berbagai macam cara dilakukan agar barang tersebut lenyap dari negeri ini. Mulai dari penyuluhan ke sekolah atau instansi, iklan di televisi, atau penyuluhan-penyuluhan ke semua aspek lingkungan masyarat. Namun, hasil yang didapatkan masih nihil.

Seperti yang baru-baru ini ditangkap oleh Direktorat narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan dengan barang bukti 32.615,48 gram atau 32,6 kilogram sabu dan ekstasi dari dua lokasi, dalam aksi penyergapan para pemain barang haram ini. Para bandar yang selama ini beroperasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan merupakan jaringan narkoba internasional Malaysia, Sumatera, Jawa Timur dan Kalimantan. Sang bandar besar adalah seorang yang selesai studi D3 perawat berinisial SAZA alias Habibi berperan sebagai gudang utama narkoba di Kalimantan Selatan. Tersangka ini berhasil dicokok tim Ditresnarkoba Polda Kalsel, setelah penantian selama dua tahun (jejakrekam.com, 20/01/2020).

Pada kasus di atas, peredaran narkoba sangat mudah ditemui di negeri ini. Itu adalah salah satu kasus yang terjadi di wilayah Kalimantan. Akal manusia tak lagi difungsikan karena ulah zat haram tersebut. Orang tak memikirkan lagi apa efek dari itu semua. Padahal jika kita telusuri, dengan beredarnya barang-barang tersebut maka akan mengancam fungsi akal dan keberadaan generasi penerus. Kecanduan menjadi sesuatu yang biasa, bahkan perbuatan yang akan dilakukan tak bisa dikontrol lagi. Segala macam cara digunakan agar mendapatkan barang haram tersebut. Sebut saja mencuri, menjambret, merampok, atau menodong menjadi aktivitas yang mungkin dilakukan oleh para pecandunya. Sungguh, hal yang tak bisa dibiarkan begitu saja.

Mudahnya peredaran narkoba di negeri ini menunjukkan lemahnya penjagaan terhadap rakyat. Pemerintah lewat aparatnya telah abay terhadap keselamatan manusia. Ditambah lagi dengan gaya penerapan hukum bak tali layangan yang mampu ditarik ulur sesuai kemauan tuannya. Asalkan ada uang maka semua akan beres, mungkin begitulah adanya. Sehingga, hukum yang ada tak mampu membuat jera para pelaku, baik bandar, pengedar (kurir), dan pemakainnya.

Sangat berbeda kala Islam telah diterapkan dalam kehidupan. Islam mempunyai ketegasan terkait hal tersebut. Tak hanya itu, Islam-pun punya sanksi yang jelas kepada para bandar, pengedar ataupun pemakai. Sehingga yang terjadi adalah mereka tak akan pernah untuk mengulangi perbuatannya serta tak mau lagi menyentuh atau berhubungan dengan narkoba.

Dalam sistem Islam ada tiga pilar yang mampu memberangus narkoba tersebut. Pilar yang pertama adalah pondasi kokoh pada individu-individunya. Dalam hal ini yang berarti bahwa keimanan serta ketaqwaan Muslim tak diragukan lagi. Ini adalah modal awal seorang hamba untuk memerangi barang haram tersebut.

Pilar yang kedua adalah kontrol dari masyarakat. Tak bisa dipungkiri bahwa manusia tak bisa hidup tanpa orang lain. Tentunya interaksi ini akan selalu mewarnai hidup manusia. Dengan adanya kontrol dari masyarakat maka akan terjaga keadaan individu-individunya karena amar ma’ruf selalu berjalan.

Pilar yang ketiga adalah negara yang harus berperan penting dalam setiap kejadian yang ada di masyarakat. Dengan kekuasaannya maka negara mampu memberikan sanksi yang membuat efek jera bagi para pelaku dan yang akan mencobanya. Tentunya semua ini harus sinergi satu dengan yang lainnya agar masalah narkoba menjadi tuntas dan beres.

Pemerintah juga harus memperhatikan masalah peluang pekerjaan bagi rakyatnya. Karena salah satu alasan mereka mengedarkan barang haram tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, sementara mereka belum mempunyai pekerjaan yang mampu untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Dari sisi ini pemerintah berkewajiban untuk menyediakan seluas-luasnya pekerjaan yang halal terhadap rakyatnya, agar mereka tidak lagi berkecimpung dalam dunia hitam ini.

Penerapan syariat secara kaffah menjadi hal abg wajib agar semua lini kehidupan manusia dapat dikondisikan. Termasuk juga dalam masalah makan dan minum masyarakat. Semua akan mengacu pada hukum Islam. Artinya, apa saja yang di makan dan minum sesuai dengan aturan dalam syariat Islam. Semoga masa ini akan segera hadir dalam kehidupan kita. Tentunya perlu kerja keras dan cerdas dari seluruh kaum Muslim agar Islam segera hadir dalam kehidupan kita.

Dengan melakukan beberapa point’ di atas tadi maka terciptalah kehidupan masyarakat yang damai, tentram, dan sejahtera dalam naungan ridha Allah Swt. Keberkahan akan dirasakan oleh semua orang tanpa kecuali, bahkan hewan dan makhluk Allah yang lain juga turut merasakannya.

Sekali lagi, semua itu akan terwujud jika syariah diterapkan secara menyeluruh. Dalam sebuah bingkai institusi yang kokoh dan tahan terhadap berbagai terpaan masalah. Institusi yang pernah Rasulullah Saw. contohkan dan dilanjutkan oleh para sahabat beliau serta generasi Muslim dahulu. semoga masa itu akan segera terwujud kembali agar semua permasalahan yang ada dapat diatasi dengan menyeluruh dan tuntas. Begitu pun umat Islam harus terus menerus berjuang untuk mewujudkan kehidupan Islam, Wallahu a’lam.[]

Tanggung jawab tulisan kiriman ini sepenuhnya ada pada penulis. Pojokopini.com merupakan media yang terbuka atas segala pendapat kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *