Solusi Tuntas Masalah Remaja

Solusi Tuntas Masalah Remaja


Oleh: Mulyaningsih

Banua kembali dihebohkan oleh sejumlah remaja yang sedang melakukan video tiktok. Bukan video tiktok biasa, sehingga dalam waktu singkat hasil karya remaja Banjarbaru ini langsung viral. Pasalnya, latar belakang video tiktok remaja tersebut ternyata adalah adegan yang diduga tindakan asusila (mesum). Mengetahui hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru melalui bidang tibum dan Tranmas Seksi Opsdal bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Banjarbaru melakukan penyelidikan. Kamis, (20/2) siang hingga malam, tim ini menindaklanjuti tentang viralnya video remaja di salah satu medsos belakangan ini. Setelah mendatangi beberapa titik penginapan dan hotel di seputaran wilayah Banjarbaru, petugas berhasil mengamankan enam orang remaja yang diantaranya diduga sebagai pemeran dari video viral ini.

Para remaja yang diduga terlibat dalam video tersebut kemudian ditempatkan di rumah singgah Kota Banjarbaru. Enam remaja di bawah umur menjalani pembinaan dan pendataan. Mereka berinisial IR, KH, MA, NV, SC, MW. Dari enam remaja ini, terduga kuat salah seorang diantaranya merupakan PSK Online. Dari enam remaja itu, petugas melakukan pengembangan kasus tersebut.

Tim Satpol PP dibantu Polsek Banjarbaru Barat berhasil mengamankan dua remaja laki-laki lainnya. Dua remaja ini berinisial ZI dan ZA yang diduga kuat sebagai penyedia jasa prostitusi online dari satu wanita yang diduga kuat sebagai PSK. Semua remaja tersebut dikategorikan di bawah umur, kemudian delapan orang remaja dititipkan ke Rumah Singgah Berkarakter Kota Banjarbaru di Dinas Sosial Banjarbaru untuk didata dan dilakukan pembinaan. (banjarmasinpost.co.id, 22/02/2020)

Fakta tersebut menambah daftar panjang perilaku negatif remaja. Padahal, bicara soal dunia remaja, banyak cerita yang mampu ditorehkan darinya. Apalagi generasi 4.0 atau disebut generasi milenial, dimana teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mereka. Hanya saja, kepribadiannya yang masih labil terkadang membuatnya tidak bijak dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Misalnya, ketika rasa senang muncul maka selfi atau video akan diunggah. Saat sedih, kecewa, terluka, atau yang lainnya akan diunggah pula. Serasa yang ada di dunia ini hanya untuk selfi dan pengungkapan perasaan hati mereka.

Seperti pada kasus di atas, mereka mengupload video tiktok yang ternyata tanpa disadari oleh mereka ada sesuatu yang begitu menyakitkan hati. Latar dari video tersebut ternyata telah tampak sebuah adegan yang layaknya dilakukan oleh pasangan sah (suami istri). Innalillahi, begitulah mungkin yang kita ucapkan ketika melihat video viral tersebut. Sebagai seorang ibu, ada rasa kesal dan marah ketika melihat hal tersebut. Mengapa masih saja terus berulang kejadian-kejadian seperti itu? Lantas kemudian timbullah pertanyaan dalam benak kita, inikah yang kita inginkan pada generasi remaja sekarang? Akankah masa depan gemilang dan kejayaan akan kembali diraih, melihat kondisi remaja yang sangat memprihatinkan seperti gambaran di atas?

Kasus di atas adalah salah satu potret buram dunia remaja milenial tanah air. Sebagian generasi remaja milenial ini hanya mementingkan permasalahan dunia semata tanpa mau berpikir untuk hari kemudian. Eksis dan terkenal menjadi sesuatu yang mereka cari dan lakukan. Tanpa memandang lagi apakah aktivitas yang mereka lakukan sesuai dengan Islam ataukah malah bertentangan. Having fun juga menjadi sandaran utama mereka. Semakin lama, semakin jauh dari tuntunan agama.

Berbagai permasalahan di atas terjadi karena masuknya pemahaman sekulerisme pada benak remaja. Yaitu pemisahan antara Islam dengan masalah dunia (kehidupan). Jangan bawa-bawa agama pada ranah kehidupan, itulah ungkapan yang sering kita dengar. Walhasil, fakta membuktikan bahwa sekulerisme makin subur dan mengakar kuat di dunia pendidikan sekarang bahkan hampir di seluruh negeri muslim.

Penanaman ide sekulerisme di dunia pendidikan membuat para pelajar akhirnya jauh dari Islam dan Al Quran. Dengan begitu maka tercerabutlah ilmu dari pola pikir manusia yang kemudian berdampak pada menyingkirkan wahyu Allah sebagai dasar utama pendidikan. Jika pemikiran manusia jauh dari wahyu maka sangat berpengaruh kepada pola sikap dan kepribadiannya secara keseluruhan. Sekulerisasi pada ilmu pengetahuan akan menjadi jembatan yang menjadi penghubung mudahnya pemikiran-pemikiran asing masuk ke benak remaja. Akhirnya mereka tak mampu berpikir panjang untu akhirat. Yang penting bisa bersenang-senang di dunia, karena cuma sekali. Itulah ungkalan yang seringbkita dengar dan menjadk dalih mereka. Terlebih, karena merasa masih muda jadi kata mati itu teramat jauh dari pikiran mereka. Padahal kematian tak memandang dari segi umur, jenis kelamin, suku, bahasa, kekayaan, dan yang lainnya.
Dari sini, perlu kita cari solusi secara menyeluruh agar segala persoalan yang berkaitan dengan remaja ini menjadi tuntas. Hanya satu kuncinya, yaitu terapkan Islam secara sempurna dan menyeluruh. Karena dengan menerapkan sistem yang berasal dari Sang Pencipta, keberkahan akan selaku kita dapati. Begitupula dengan remaja, mereka akan diberikan bekal dasar yang akan dibawa untuk mengarungi kehidulan di dunia ini. Keimanan dan ketaqwaan menjadi pondasi utama remaja, jika kedua baik maka insyaAllah remaja akan terarah. Seperti yang pernah tercatat dalam sejarah kegemilangan Islam.

Fakta sejarah menyebutkan bahwa Islam pernah berjaya selama 13 abad lamanya. Saat itu semuanya maju, termasuk dunia pendidikanny Banyak dari kaum muslim yang berhasil menemukan karya-karya terbaik mereka dan dapat dimanfaatkan oleh manusia secara umum. Semua itu tak lepas dari adanya tiga dukungan yang kemudian juga menjadi perisai umat. Ketiga dukungan tadi adalah adanya sistem, pemimpin dan negara yang mampu menjalankan Islam secara sempurna dan menyeluruh.

Dari sisi negara yang mampu menerapkan sistem Islam secara sempurna dan menyeluruh, kemudian ditambah dengan pemimpin yang mau menjalankannya maka dengan mudah kejayaan di capai. Dari sisi dunia pendidikan, maka akan berbasis (dasar) pada aqidah Islam. Hal tersebut yang akhirnya mengantarkan semua insan muslim untuk menuntut ilmu tanpa mengenal batas usia, suku dan asal. Mereka dipacu untuk bisa melahirkan karya-karya yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Ditambah juga dengan peran utuh negara yang menyediakan lengkap sarana dan prasarana. Seperti penyediaan gedung sekolah yang mempuni, guru yang berkualitas, laboratorium serta perpustakaan yang mutakhir. Semua itu dilakukan agar mencetak generasi yang berkualitas dari sisi keimanan dan ilmu pengetahuannya.

Tokoh-tokoh muslim juga banyak yang menjadi penemu tersohor. Contohnya adalah Al Khawarizmi sang penemu angka nol, Al Haysam penemu konsep optik. Dalam Islam, orang-orang yang berilmu pastilah dia juga akan menjadi seorang ulama yang mempunyai tingkat ketaqwaan yang sungguh luar biasa. Sebagai contoh adalah sosok Imam al-SyafiI, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Hanafi, al-Ghazali, Ibnu taymiyah dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua adalah sosok ulama yang dikagumi oleh umat dan menjadi teladan.

Dari contoh diatas sudah seharusnya kita dapat mengembalikan kejayaan Islam, tentunya harus merubah sistem yang ada sekarang. Menerapkan dan melaksanakan sistem yang berasal dari pencipta kita yaitu Alah Swt. agar semua cemerlang dan bersinar. Begitu juga dari sisi para pemudanya. Mereka benar-benar menjadi tonggak penerus peradaban sebuah negeri. Mari kita sama-sama mewujudkan kembali masa keemasan yang telah Rasulullah contohkan. Sekaligus sebagai bukti memenuhi panggilan aqidah kita, maka wajib-lah untuk berjuang bersama, menempa diri bersama dengan cara mengkaji ilmu-ilmu Islam agar kejayaan Islam dapat kembali mewarnai dunia ini.[ ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *