Syariat Tegak Dengan Khilafah

Syariat Tegak Dengan Khilafah

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar, mengatakan materi kekhalifahan semula berada di mata pelajaran Fikih beralih ke Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dengan diarahkan sebagai wawasan terkait keragaman sistem pemerintahan.

Oleh Ummu Athifa (Muslimah Intelektual Aceh)

WWW.POJOKOPINI.COM — Berbagai polemik tentang ajaran Islam terus saja bergulir. Mulai dari fitnah terhadap ulama yang konsisten terhadap Islam yang lurus, organisasi Islam yang menyuarakan Islam kafah ikut di perkusi dengan tuduhan menyebarkan ide radikalisme hingga berakhir dengan dicabut BHP nya. Demikian juga persekusi dan ancaman bahkan pemecatan dilakukan terhadap siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya secara nyata. Bahkan ajaran Islam yang sudah jelas-jelas ada dalam nash pun ikut di otak-atik. Dengan berbagai alasan bahkan mereka berusaha menghilangkan makna syar’i nya.

Seperti yang akhir-akhir ini heboh dan viral di media sosial yaitu foto surat edaran Kementerian Agama (Kemenag) perihal penarikan atau penggantian materi khilafah dan jihad di lingkup madrasah. Surat yang dikeluarkan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah.

Yang sebelumnya, pedoman kurikulum madrasah, Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab mengacu pada KMA No.165 tahun 2014 ditarik dengan diterbitkan surat edaran untuk Kepala Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia terkait penerapan KMA 183 dan 184 Tahun 2019.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar, mengatakan materi kekhalifahan semula berada di mata pelajaran Fikih beralih ke Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dengan diarahkan sebagai wawasan terkait keragaman sistem pemerintahan. Seperti yang diungkapkannya di Jakarta saat dikonfirmasi, yaitu;“Pelajaran khilafah diorientasikan untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada peserta didik tentang keragaman sistem pemerintahan dalam sejarah Islam hingga era negara bangsa,”

Demikian juga materi tentang jihad telah dilakukan penyesuaian. Yang diungkapkan oleh nya sebagai berikut:”Jadi, pembahasan jihad bukan semata soal perang tetapi juga tentang daya juang yang tinggi dalam setiap perjuangan peradaban,” (tempo.co, 9/12/2019).

Rasanya terlalu nyata ketakutan mereka akan kebangkitan peradaban Islam dan penyatuan umat Islam dalam negara khilfah sehingga mereka berusaha agar makna khilafah di kerdilkan dengan bentuk kebangsaan negara. Termasuk dalam hal ini mengedit makna jihad juga, karena keberadaan khilafah tak bisa dipisahkan dengan jihad. maka tak heran kedua materi ini pun di masukan sebagai suatu sejarah masa lalu dan dijadikan bagian mata pelajaran SKI, yang disampaikan dalam konteks lini masa sejarah kebudayaan.

Padahal justru aneh, bagaimana mungkin jika mereka mengatakan tidak mengubah maknanya ketika menghapusnya dari pelajaran fikih dan mencantumkannya hanya dalam sejarah. Padahal figih perlu dipelajari untuk diterapkan dalam kehidupan . Sedangkan sejarah cukup untuk di pelajari.

Selain sebagai kecacatan intelektual, menghapus ajaran jihad dan khilafah adalah sebuah kejahatan atas agama. Seorang muslim yang sengaja menolak salah satu ajaran Islam atau keseluruhan, maka dihukumi murtad.(www.seruanmuda.com, 08/ 12/2019)

Dan ini jelas-jelas bertentangan dengan perintah Allah SWT untuk menegakkan Aturan Islam di muka bumi. Allah SWT berfirman sebagaimana disebutkan di dalam QS. Al-Mâidah ayat 49.وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَArtinya: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”

Demikian juga Firman Allah dalam surat Al-maidah ayat 50 :

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَApakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih daripada (hukum) Allah bagi oang-orang yang yakin? “

Ayat di atas secara tegas menyatakan wajibnya menegakkan syariat Islam. Sedangkan syariat Islam tidak akan mungkin tegak jika tidak ada negara yang menjalankannya. Negara itu adalah khilafah Islamiyah.

Sejatinya musuh umat Islam sebenarnya adakah sistem Kapitalisme-Sekularisme yang sedang berjalan saat ini. Yang memuja harta dan kebebasan individu demi mencapai kesenangan hidup tanpa peduli dengan halal dan haram, menindas orang kecil sedangkan yang kaya akan semakin kaya. Jangan pernah mengharap keadilan dalam sistem ini. Apalagi kemuliaan agama Islam. Untuk itu campakkanlah hukum Kapitalisme-Sekularisme. Mari berjuang tegakkan Khilafah ala minubuweah nubbuwah.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *