Tempat Hiburan Dibuka, Solusi Atasi Pandemi?

Tempat Hiburan Dibuka, Solusi Atasi Pandemi?

Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bukan hanya tak mengkhianati rakyat yang telah memilihnya, tapi juga merupakan pemimpin yang tidak menghianati Allah dan Rasul-Nya.


Oleh: Khairunnisak S.Pd

POJOKOPINI.COM — Perkembangan covid-19 di Banyumas mulai menurun. Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Banyumas pun mulai melonggarkan kebijakan pembatasan aktivitas yang sebelumnya dilakukan diberbagai bidang pelonggaran seperti, di bidang pendidikan, dalam soal jam malam, dan masalah penyelenggaraan hajatan (Republika.co.id,19/10/2020).

Pemerintah kabupaten (PemKab) Banyumas mulai pertimbangkan pemberian izin pembukaan hiburan karaoke, bioskop, serta sarana umum Gor. Hal ini dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Bupati telah memberikan mandat untuk menindak lanjuti rencana pengoperasian kembali tempat liburan sesuai dengan protokol kesehatan (Tribunnews.com, 19/10/2020).

Dewan pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyatakan, seharusnya penguasa masih menutup kawasan wisata untuk mencegah kasus covid-19 bertambah. “Kami tidak setuju dari perspektif kesehatan. Bahwa di situ tetap ada resiko keramaian, orang antrean masuk. Bagaimana kita ingin menahan laju penyakit?” Ujar Hermawan.

Dia menyebutkan, bahwa wisata atau tempat hiburan bukan kebutuhan pokok (primer) masyarakat, melainkan hanya kebutuhan yang tidak terlalu dibutuhkan, apalagi ditengah Pandemi covid 19, karena hal tersebut ia mengingatkan agar penguasa mengumumkan kesehatan dan nyawa rakyat dari pada kepentingan ekonomi. “Jangan sampai mengorbankan hal paling mendasar kesehatan dan jiwa manusia hanya untuk prioritas sektor-sektor wisata yang bukan kebutuhan primer“(Merdeka.com, 22/6/2020).

Tindakan yang dilakukan oleh penguasa, seharusnya mencegah penyebaran covid-19, bukannya malah membuka tempat hiburan, hanya karena ekonomi yang merosot. Kalau tempat hiburan dibuka bukannya untuk memperbaiki ekonomi, tetapi membuat ekonomi makin terpuruk. Karena pelaku ekonomi yaitu manusia, banyak yang akan terkena covid-19. Jika manusia banyak yang sakit siapa yang akan menjalankan roda perekonomian?

Sepertinya yang lebih diutamakan adalah kepentingan ekonomi dibandingkan nyawa rakyatnya. Di sini kita bisa melihat bahwa penguasa mengeluarkan kebijakan atas nama rakyat, tetapi agaknya bukan untuk kepentingan rakyat melainkan kepentingan pengusaha. Karena adanya kasus covid-19 banyak tempat hiburan yang ditutup dan para pengusaha mengalami penurunan pendapatan.

Hal ini tak terlepas dari sistem kapitalisme yang dianut negeri ini, penguasa dan pengusaha diibaratkan dengan sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Berbeda dengan penguasa di dalam Islam yang sangat mengutamakan rakyatnya dibandingkan dirinya sendiri atau pengusaha, dan tidak akan pernah mengkhianati rakyatnya. Dikarenakan dirinya sangat takut terhadap hari akhir serta seluruh apa yang dikerjakan akan dimintai pertanggungjawaban. Sudah sebaiknya kita kembali kepada hukum Allah yang lebih mengetahui apa yang baik untuk yang hambanya.

Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bukan hanya tak mengkhianati rakyat yang telah memilihnya, tapi juga merupakan pemimpin yang tidak menghianati Allah dan Rasul-Nya. Di dalam al-Quran Allah SWT telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya serta jangan mengkhianati amanah-amanah kalian, sementara kalian tahu (TQS al-Anfal [8]: 27).[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *