Teror bukan Ajaran Islam

“Tindakan teror atau memberikan rasa takut kepada orang lain atau bahkan merusak fasilitas publik bukanlah jalan dakwah, ini prinsip Islam, ini prinsip yang tegas, ini tidak ada kompromi dan tidak ada tawar menawar dalam hal ini, dan Islam tidak mengenal jihad semacam ini, karena jihad itu ada mekanismenya, ada kaifiatnya, ada adab-adabnya dan ada wilayah dan waktunya.”


Oleh: Sarah Ainun

POJOKOPINI.COM — Menanggapi kejadian teror di Mabes Polri pada Rabu (31/03/2021), dengan nada kecewa Ustaz Yuana Ryan Tresna mengatakan dengan tegas, “Tindakan teror atau memberikan rasa takut kepada orang lain atau bahkan merusak fasilitas publik bukanlah jalan dakwah, ini prinsip Islam, ini prinsip yang tegas, ini tidak ada kompromi dan tidak ada tawar menawar dalam hal ini, dan Islam tidak mengenal jihad semacam ini, karena jihad itu ada mekanismenya, ada kaifiatnya, ada adab-adabnya dan ada wilayah dan waktunya,” jelasnya, dalam kajian Hadits bertema Teror Bukan Jalan Dakwah, pada Khilafah chanel, Rabu (31/03/2021).

Lebih lanjut beliau menjelaskan, “Yang dimaksud jihad itu adalah memerangi orang-orang kafir dalam rangka meninggikan ayat-ayat Allah dan yang terjadi hari ini justru memerangi umat Islam sendiri, bukan memerangi orang-orang kafir. Ini sudah melenceng dari apa yang dimaksud jihad.”

Kemudian beliau mengutip tiga buah hadits tentang keharaman teror dalam Islam. Salah satunya hadits dari sahabat Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda, “Siapa yang menghunuskan besi kepada saudaranya, maka malaikat akan melaknat. Perhatikan sekali, ini celaan yang sangat luar biasa ketika Nabi mengatakan barang siapa yang menghunuskan besi kepada saudaranya, niscaya Malaikat akan melaknat, niscaya Malaikat melaknat orang tadi yang memberikan ketakutan, yang memberikan teror kepada saudara, dan ini adalah celaan yang sangat tegas.”

Dalam hadis berikutnya beliau juga menjelaskan jangankan menghunuskan pedang memberikan pedang, belati, pisau, samurai, golok dan lain-lainya dalam kondisi tidak disarungkan Rasul melarangnya, karena bisa menimbulkan ketakutan pada orang lain, luar biasanya Islam sampai mengatur hal-hal sekecil dan merupakan adab yang harus ditaati seorang Muslim.

Di penghujung kajianya beliau menyimpulkan, “Islam menggambarkan banyak teror yang diarahkan kepada kaum muslimin, kepada umat Islam, sementara Islam mengharamkan teror kepada kaum muslimin, ketika ada teror-teror tadi itu, kita harus ketahui siapa yang membuat teror, jangan-jangan teror tersebut diciptakan, jangan-jangan teror tersebut sesuatu yang kemudian direkayasa dan didesain.”

Kemudian beliau mengajak kita untuk berpikir, “Secara politik tindakan teror tidak pernah menguntungkan umat Islam, ini patut dicatat. Tindakan teror itu tidak pernah menguntungkan umat Islam, diluar nalar sehat ketika mengaitkan teror dengan dakwah dan pengemban dakwah yang tulus. Dengan aksi teror justru umat Islam selalu menjadi sarana fitnah. Kenapa? Karena mereka mendapatkan momentum untuk mengaitkan tindakan teror dengan dakwah Islam dan dengan pengembanya.”

Lebih lanjut beliau mengajak kita semua dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini untuk tetap waspada, untuk menahan diri, harus memberikan penyadaran kepada umat kemudian seraya berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membongkar sesuatu di balik desain besar ini, desain perang melawan radikalisme, dan mudah-mudahan siapa saja yang memberikan kemudharatan kepada Islam dan kaum muslimin Allah hinakan bukan hanya hina di akhirat, tapi Allah hinakan di dunia.[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *