“Umi, Kami Rindu Nabi”

Merekalah Superhero sebenarnya yang layak untuk menjadi peta bagi pendidikan generasi. Dan apa yang tak pernah boleh tertinggal adalah siapa sosok mulia yang sukses menghebatkan mereka? Dialah Hero dari para Superhero. Dia bahkan cahaya dari seluruh cahaya kemuliaan para Nabi dan Rasul sebelumnya. Dia adalah kekasih Allah, Muhammad Saw.


Oleh: Cut Putri Cory

POJOKOPINI.COM – Tak lama kita bisa membersamainya. Akan tiba masa, kelak mereka akan berdiri di atas kakinya sendiri dengan kemandirian dan keyakinannya. Namun patut menjadi pemikiran kita adalah manusia seperti apa yang kita tinggalkan kelak? Anak-anak seperti apa yang mau kita hadirkan untuk peradaban Islam yang sedang datang itu?

Allah lebih mencintai mukmin yang kuat dari pada mukmin yang lemah, hal ini mencakup segala hal. Apakah dia soalan fisik, pemikiran, dan mentalitas. Bahkan di dalam Al-Qur’an, Allah melarang kita untuk meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita.

Saat ini, sedikitnya hanya dua jenis generasi, yaitu yang menjadi korban dari sistem kapitalisme liberal, dan yang memperbaiki generasi korban dengan dakwah Islam kaffah. Berdua mereka saling bertolak belakang namun saling berbaur. Mereka bertolak belakang karena perbedaan pandangan hidup, namun berbaur karena generasi emas pelaku aktivitas dakwah melebur untuk menyelamatkan.

Kita tak sedang membeda-bedakan untuk sekadar membandingkan, tapi apalah daya jika memang kedua berbeda. Generasi sakit akan diobati oleh generasi emas. Yang sakit, sebagaimana dipahami bahwa karena ada kelemahan yang mengalahkannya. Baik itu fisik, mentalitas, ataupun pemikiran. Sementara yang kuat, mereka bukan tak diserang secara mentalitas, fisik, dan pemikiran, namun mereka adalah generasi yang mencoba bangkit dan bertahan dalam setiap momen jatuhnya.

Inilah yang kita inginkan, generasi sekuat Umar bin Khaththab dalam ketegasannya dalam taat. Sebagaimana fisiknya pun setara Hamzah Sang Penghulu para Mujahid. Pemikirannya setajam Ali bin Abi Thalib, ketangkasannya sekelas Khalid bin Walid, dan kerendahan hatinya sebagaimana sahabat Utsman bin Affan.

Merekalah Superhero sebenarnya yang layak untuk menjadi peta bagi pendidikan generasi. Dan apa yang tak pernah boleh tertinggal adalah siapa sosok mulia yang sukses menghebatkan mereka? Dialah Hero dari para Superhero. Dia bahkan cahaya dari seluruh cahaya kemuliaan para Nabi dan Rasul sebelumnya. Dia adalah kekasih Allah, Muhammad Saw.

Begitulah Islam, memang produktif. Siapapun dia yang bersyahadat, maka dia akan secara otomatis berubah menjadi pribadi yang produktif. Karena iman Islam itu menggerakkan, iman produktif yang lahir dari kecintaan yang begitu kuat kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad Saw. Generasi yang seperti ini yang kita target, yang mencintai pahlawan dari para pahlawan, yaitu menjadikan Rasulullah Saw sebagai teladan dalam hidup.

Dialah generasi yang nanti akan berbaris menjadi pasukan Muhammad dalam pembebasan-pembebasan Islam, yang melebur di tengah-tengah umat untuk menyelamatkan sesamanya dengan dakwah, yang duduk melingkar untuk mengkaji Islam kaffah, dan menjadi semakin kuat dalam keikhlasan dan ketaatan.

Generasi yang kuat adalah juga merupakan generasi yang ikhlas, yang benteng hatinya kokoh, mampu dia menggeser kepentingan pribadinya demi kepentingan Allah dan Rasul. Yang hati dan pikirannya terisi penuh dengan kisah-kisah keteladan Rasulullah, dan malam-malamnya adalah sujud kepada Allah. Mereka senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dan membuncah rindu dari lisannya, “Umi, kami rindu Nabi.”[]

DISCLAIMER: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.