Untuk Apa Legalisasi Ganja?

Untuk Apa Legalisasi Ganja?

Penanaman ganja berdasarkan UU Narkotika dilegalisasi untuk keperluan tertentu, seperti kepentingan pelayanan medis dan pengetahuan.


By : Dini Al Mufakkiratul Jaddiah Al Ayyubi (Santri dari Islamic Leadership School Taruna Panatagama)

POJOKOPINI.COM — Saat ini dunia banyak mengalami perkembangan. Mulai dari dunia teknologi, dunia entertain, ekonomi, politik dan lain-lain. Semua berasal dari otak cerdas manusia, otak yang terasah sejak kecil.

Namun, kembali ke sifat asli manusia. Manusia tidak akan pernah merasa puas. Dengan nafsunya akan mengejar dunia dan materi, tak habis dari rasa bosan, ingin hal yang baru dan lain sebagainya. Bahkan rasa itu bisa menerobos fitrah alami manusia. Dia tidak tahu bahkan yang lebih parahnya dia acuh dengan syariatNya, halal dan haram, dosa dan pahala.

Kreatif dan pengetahuan itu adalah sesuatu yang bagus. Tetapi jika semua itu tidak dilandasi dengan syariat maka akan sia sia dihadapan Allah SWT.

Seperti halnya dengan fenomena yang trend sejak awal tahun hingga sekarang, pandemi Covid19. Berawal dari mereka memakan kelelawar padahal banyak bahan makanan halal yang bisa dimakan.

Parahnya lagi mereka tidak tahu itu adalah makanan haram juga berbahaya bagi tubuh. Hasilnya adalah pandemi yang berkepanjangan bahkan membahayakan.

Di tengah-tengah fenomena pandemi ini tentunya banyak sekali permasalahan. Salah satunya adalah kontroversi ganja yang ternyata sudah lama menjadi tanaman obat Komoditas Binaan Kementan.

Bisa diketahui bahwa ganja bukan lagi tanaman ilegal karena sudah memasuki list tanaman di Komoditas Binaan Kementan (Kementrian Pertanian). Agaknya sungguh ini adalah tanda bahwa perkembangan dalam dunia kesehatan patut dipertanyakan perkembangannya.

Keputusan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Kepmentan) Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian. Hal tersebut tercantum dalam Kepmentan Nomor 511 Tahun 2006.

Penanaman ganja berdasarkan UU Narkotika dilegalisasi untuk keperluan tertentu, seperti kepentingan pelayanan medis dan pengetahuan.

Pembinaan yang dilakukan adalah mengalihkan petani ganja untuk bertanam jenis tanaman produktif lainnya, dan memusnahkan tanaman ganja yang ada saat itu,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2020).

Masalah ganja menjadi tanaman obat sudah lama menjadi kontroversi, namun pemerintah tetap melakukan legalisasi ganja tersebut.

Menurut Wikipedia, Ganja atau mariyuana adalah psikotropika mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol yang membuat pemakainya dapat mengalami euforia. Ganja biasanya dibuat menjadi rokok untuk dihisap supaya efek dari zatnya bereaksi.

Pada faktanya sudah jelas bahwa hukum penggunaan ganja atau setiap zat yang bisa memabukkan dan membuat candu adalah haram.

Allah SWT sudah memfirmakannya dalam surah di Al-Qur’an, yaitu Surat Al Baqarah ayat 219,

Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah,”Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.

Adapun tanaman ganja menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 44 Tahun 2019 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, masuk ke dalam jenis narkotika golongan I.

Menurut UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, narkotika golongan I, dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

Dalam jumlah terbatas, narkotika golongan I dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kita tidak bisa menjamin bahwa data dan konfirmasi ini bisa membuktikan tidak ada lagi penanaman tanaman ganja secara ilegal.

Bisa kita simpulkan, bahwa negara berbasis pemikiran sekuler ini tidak bisa menjamin adanya keamanan dan kemaslahatan mengenai obat-obat yang terbukti terlarang.

Satu poin lagi adalah kasus ini sama dengan fenomena pandemi. Mereka menggunakan zat atau hal yang sudah jelas keharamannya untuk dikonsumsi. Tapi dilawan oleh hawa nafsu dan keserakahan manusia. Na’udzubillahi min dzalik.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *