Utopia Kapitalisme Demokrasi sebagai Jalan Kebangkitan Islam

Utopia Kapitalisme Demokrasi sebagai Jalan Kebangkitan Islam

Kehadiran partai-partai yang memiliki niat luhur untuk menegakkan hukum Islam saja tidaklah cukup. Namun niat luhur tersebut harus digandengkan dengan cara  yang sesuai Islam.


Oleh: Radayu Irawan

POJOKOPINI.COM — Sistem pemerintahan ala barat yang telah bercokol di negeri penganut demokrasi memang sudah mengakar di negeri-negeri mayoritas Muslim. Sistem pemerintahan demokrasi yang telah didesain sedemikian rupa dipaksakan agar dianut oleh negeri-negeri mayoritas Muslim. Sehingga kaum muslimin menganggap jikalau ingin menerapkan Islam, maka harus menempuh jalan seperti yang dilakukan barat saat ini, yaitu dengan cara mengikuti politik praktis ala demokrasi.

Tujuh puluh lima tahun silam, kita mengenal sebuah partai yang memiliki cita-cita nan mulia yaitu menjadikan ajaran dan hukum Islam sebagai dasar negara. Partai tersebut adalah partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). Partai ini dideklarasikan bangkit kembali dengan nama baru yaitu Masyumi Reborn.

Deklarasi dari partai Masyumi Reborn ini dipimpin oleh tokoh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Cholil Ridwan. Acara tanda tangan deklarasi ini  digelar di Aula Masjid Furqon, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020). Acara ini juga digelar via telekonferensi (Detiknews, 8 November 2020).

Di era nya, partai ini memang masuk dalam andil yang besar. Dilansir dari tempo.co (Minggu, 7 November 2020) Masyumi pernah mendulang suara besar dalam pemilu tahun 1955. Dalam pemilu itu, Masyumi memperoleh 7,9 juta suara atau 20,9 persen, menempatkan partai ini menjadi pemenang kedua. Di posisi pertama ada PNI dengan 8,4 juta suara atau 22,3 persen. Sehingga kemunculan Masyumi Reborn dimaksudkan sebagai penerus partai yang lahir dan besar di era Sukarno itu, pungkas Cholil Ridwan (tirto.id, 07 November 2020).

Ketenaran Partai Masyumi dan andilnya yang besar dalam politik praktis ala demokrasi yang membuat pencetusnya bersemangat untuk membangkitkan kembali partai ini. Karena dalam demokrasi sangat dibutuhkan dukungan suara yang mendulang untuk menduduki kursi-kursi pemerintahan. Jadi, dengan cara memanfaatkan kepopuleran Partai Masyumi di eranya, diharapkan akan dapat mendulang suara yang besar agar dapat memenangkan pemilu di era ini.

Dari partai Masyumi dan partai yang mengklaim berbasis Islam lainnya. Kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa, menegakkan hukum Islam dengan menempuh jalur parlemen yaitu jalan yang telah didesain oleh barat tidak dapat menghantarkan kepada keberhasilan yang hakiki.

 Karena tak jarang ditemukan banyak Anggota partai yang malah terjebak sistem. Bukan malah merubah sistem rusak ini. Seperti beberapa Anggota partai yang korupsi, terpaksa menyuap, berbohong, bermanis muka di depan penguasa namun menghianati rakyat, ikut mengesahkan pembuatan Undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat, tidak dapat menyalurkan aspirasi rakyat secara maksimal, dan perbuatan-perbuatan yang tak di rida Ilahi lainnya. Bahkan secara tidak langsung dapat menghambat pergerakan partai Islam yang sahih untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam. Namun dari fakta itu jelas terlihat bahwa hari ini kaum muslimin telah terjebak di dalam politik praktis ala demokrasi saat hendak berupaya untuk mengembalikan kembali hukum Islam agar tegak di negeri ini.

Jikalau kaum muslimin ingin melanjutkan kembali kehidupan Islam di negeri ini,  yaitu agar keseluruhan hukum-hukum Islam dapat diimplementasikan dalam kehidupan bernegara, maka cara yang ditempuh untuk mengakkannya adalah dengan cara (Thariqah)  yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Kehadiran partai-partai yang memiliki niat luhur untuk menegakkan hukum Islam saja tidaklah cukup. Namun niat luhur tersebut harus digandengkan dengan cara  yang sesuai Islam.

Adapun thariqah yang sahih untuk mengembalikan kembali kehidupan Islam adalah dengan cara mencontoh dakwah Rasulullah Saw. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan Hari Kiamat, dan dia banyak menyebut Allah (dengan membaca dzikir dan mengingat Allah).” (QS. Al Ahzab : 21)

Katakanlah: ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (QS. Ali Imran : 31)

Apa saja yang dibawa Rasul untuk kalian, maka ambilah. Dan apa saja yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.” (QS. Al Hasyr : 7)

Jelas dalam firman Allah SWT bahwa kita harus menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan dalam semua aspek kehidupan kita. Jika kita mendalami sirah Rasulullah SAW saar di Makkah hingga beliau berhasil mendirikan khilafah (sistem pemerintahan Islam) di Madinah, akan terlihat bahwa Rasulullah menempuh dakwah dengan tiga tahapan.

Pertama, dengan cara melakukan pembinaan terhadap ummat,  persis seperti Rasulullah yang membina para sahabat agar terbentuk pola pikir dan pola sikap Islam. Kedua, dengan interaksi di tengah masyarakat, yaitu dengan mengopinikan Islam di tengah kaum muslimin sehingga hanya Islam yang menjadi solusi dari setiap permasalahan kaum muslimin. Ketiga, tahapan penerimaan kekuasaan, yaitu yang dilaksanakan untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia. Jadi, perjuangan menegakkan Islam dengan jalan kapitalisme demokrasi adalah sesuatu yang mustahil terjadi, pun hal itu tak dicontohkan Nabi.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *