WHO: Covid-19 Varian Delta Sudah Berada di 104 Negara

Indonesia di data WHO berada di peringkat keempat dengan laporan penambahan 168.780 kasus baru. Bagi Indonesia, angka tersebut bertambah 35 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.


POJOKOPINI.COM — Data epidemiologi terbaru (28 Juni – 4 Juli) dari Badan Kesehatan Dunia, WHO, menunjukkan Covid-19 varian Delta kini telah menyebar di 104 negara di dunia. Dibandingkan data sepekan sebelumnya, penyebaran virus Covid-19 yang sejauh ini diketahui paling agresif tersebut telah bertambah ke tujuh negara.

Terdeteksi pertama di India pada Oktober 2020 lalu, varian Delta ditetapkan masuk di antara Variant of Concern per Mei lalu–bersamaan dengan ledakan jumlah kasus baru Covid-19 di India. Sejak itu, hasil mutasi SARS-CoV-2 varian ini menyebar cepat di dunia.

Per 1 Juni, virus ini sudah ditemukan menginfeksi di 62 negara. Dua minggu berselang, sudah ditemukan di 80 negara, dan per 4 Juli lalu telah meluas lagi menjadi 104 negara. Kazakhstan, Laos, Latvia, Lebanon, Namibia, Oman dan Sierra Leone adalah tujuh negara terkini yang mengkonfirmasi keberadaan varian Delta.

Bandingkan dengan kasus infeksi virus Covid-19 varian Alpha yang per periode yang sama dilaporkan ada di 173 negara atau bertambah satu negara. Varian Beta dilaporkan di 122 negara (bertambah tiga negara), dan Gamma di 74 negara (bertambah dua negara).

Data epidemologi terbaru dari WHO yang dirilis Selasa 6 Juli 2021 itu juga menyebut kalau dalam pekan 28 Juni – 4 Juli telah terpantau peningkatan jumlah kasus baru penularan Covid-19 di banyak wilayah di muka Bumi. Eropa dicatat yang melaporkan penambahan paling tajam sepanjang pekan tersebut, yakni 30 persen.

Tapi, negara dengan jumlah penambahan kasus baru tertinggi masih atas nama Brasil yang melaporkan sebanyak 364.709 kasus baru sepanjang pekan terakhir. Angka itu menurun 30 persen dari sepekan sebelumnya di negara itu.

Peringkat kedua penambahan Covid-19 mingguan adalah India yang melaporkan 312.250 kasus baru, menurun 11 persen dari pekan sebelumnya. Menyusul berikutnya adalah Kolombia dengan 204.556 kasus baru (sama seperti pekan sebelumnya).

Indonesia di data WHO berada di peringkat keempat dengan laporan penambahan 168.780 kasus baru. Bagi Indonesia, angka tersebut bertambah 35 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.

Lalu, di bawah Indonesia ada Inggris. Negara ini juga mencatat lonjakan tajam kasus baru Covid-19, yakni 67 persen. Inggris melaporkan sebanyak 161.805 kasus sepanjang pekan 28 Juni – 4 Juli.

Sepanjang pekan itu pula, laporan angka kasus baru Covid-19 tertinggi per 100 ribu penduduk datang dari Seychelles (758), Mongolia (472), Kolombia (402), Namibia (367), dan Siprus (324).[] Tempo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *