WHO Prediksi Masyarakat Perlu Vaksin Covid Booster Tahunan

Dokumen tertanggal 8 Juni yang belum final itu juga memprediksi 12 miliar dosis vaksin Covid-19 akan diproduksi secara global tahun depan.


POJOKOPINI.COM — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan masyarakat, terutama kelompok rentan Covid-19 perlu mendapatkan vaksinasi tambahan atau booster untuk berlindung dari varian. Demikian terungkap dalam dokumen internal yang dilihat oleh Reuters.

Dalam dokumen itu WHO menganggap suntikan booster tahunan untuk individu berisiko tinggi menjadi skenario dasar “indikatif”. Sedangkan suntikan booster setiap dua tahun diberikan untuk masyarakat umum.

Dokumen tertanggal 8 Juni yang belum final itu rencananya akan dibahas WHO dalam pertemuan Gavi, Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi skema Covax.

Perkiraan tersebut masih dapat berubah dan bisa juga dipasangkan dengan dua skenario lain tetapi kemungkinannya kecil.

Dalam dokumen itu WHO menganggap suntikan booster tahunan untuk individu berisiko tinggi menjadi skenario dasar “indikatif”. Sedangkan suntikan booster setiap dua tahun diberikan untuk masyarakat umum.

Meski demikian dokumen itu tidak menuliskan bagaimana kesimpulan ini dicapai, tetapi menekankan bahwa varian baru akan terus muncul dan vaksin akan diperbarui secara berkala untuk menjawab ancaman ini.

Dokumen tertanggal 8 Juni yang belum final itu juga memprediksi 12 miliar dosis vaksin Covid-19 akan diproduksi secara global tahun depan.

Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan 11 miliar dosis untuk tahun ini seperti disampaikan Federasi Internasional Produsen & Asosiasi Farmasi (IFPMA). Itu artinya WHO tidak menargetkan peningkatan produksi vaksin signifikan pada tahun 2022.

Saat dikonfirmasi, WHO menolak mengomentari isi dokumen internal.

Seorang juru bicara Gavi mengatakan Covax berencana untuk mempertimbangkan berbagai skenario.

Produsen vaksin Moderna Inc dan Pfizer Inc BioNTech, sebelumnya telah menyuarakan bahwa dunia butuh suntikan booster untuk mempertahankan tingkat kekebalan, tetapi belum ada bukti jelas.[] CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *